Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Di dalam keragaman definisi mengenai kewirausahaan, pada hakikat-nya terkandung suatu gagasan yang sama dan cenderung semakin diakui oleh berbagai pihak, terutama yang berkenaan dengan: penciptaan (creating), kebaruan (newness), dan pengambilan risiko (risk taking). Sehubungan dengan hal itu, kewirausahaan nampak semakin diakui sebagai suatu penggerak pertumbuhan ekonomi, inovasi, peningkatan produktivitas, dan lapangan pekerjaan, serta telah diterima secara luas sebagai aspek penting dalam dinamika perekonomian, yang mencakup:  lahir dan matinya suatu perusahaan, serta pertumbuhan dan perampingannya (downsizing). Dengan adanya perusahaan yang masuk dan keluar industri, hal ini menunjukkan bahwa para pendatang baru (new entrants) akan lebih efisien dibanding perusahaan yang digantikannya (exit).

Perusahaan yang tidak tergeser ke luar arena industri, akan dituntut untuk berinovasi dan lebih produktif agar mampu bersaing dan bahkan bertahan hidup. Banyak penelitian telah memberikan dukungan empiris pada proses “creative destruction” ini, yaitu konsep yang pertamakali dikemukakan oleh Schumpeter. Dengan terdapatnya perusahaan yang mampu bertahan dalam industrinya, karena mampu berinovasi dan lebih produktif, ditambah dengan masuknya beberapa perusahaan baru ke dalam industri dengan kapasitas yang lebih besar, maka telah mampu menciptakan tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi, dan secara langsung atau tidak, telah mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik link dibawah ini :

Pentingnya Kewirausahaan