People Innovation Excellence

Sejarah Dan Kedaulatan Ekonomi

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam tulisan saya di kolom terdahulu telah dinukil tentang pentingnya rekonsruksi sejarah bangsa Indonesia sebagai kesadaran akan hadirnya identitas dan semangat kebangsaan untuk mencapai cita-cita kejayaan bangsa Indonesia. Adanya kontinuitas dari generasi ke generasi sebagai upaya untuk mengokohkan soliditas dan kesinambungan sejarah, sehingga bangsa ini tidak kehilangan jati dan harga dirinya sebagai bangsa. Fondasi pertama telah diletakkan oleh pendiri bangsa ini  dengan menciptakan pancasila sebagai landasan idiil dan falsafah bangsa, sementara sisi plurarisme sosio-budaya dan etnis direkatkan oleh wawasan nasional bhineka tunggal ika. Maka secara ideologi, falsafah dan konseptual,  bangsa ini telah memenuhi syarat mensejajarkan diri dengan bangsa lain sebagai bangsa yang berdaulat, apalagi telah berhasil dirumuskannya mukadimah dan UUD 45 yang di era reformasi dalam beberapa hal telah diamandemen. Para pemikir bangsa ini – rupanya tidak kalah oleh para filsuf besar – tidak ditakdirkan untuk banyak mengerjakan sesuatu akan tetapi lebih “memikirkan sesuatu” terutama di awal kemerdekaan. Soekarno, Hatta, Agus Salim, Syahrir, dan tokoh lainnya adalah sosok pejuang dan negarawan bangsa ini yang memiliki daya fikir pintar dan jenial terutama dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar dalam mengokohkan berdirinya negara republik Indonesia ini. Ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan dan simbol kelompok masyarakat atau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman hidup (asas perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat dan bangsa. Sementara pancasila adalah jiwa dan pandangan hidup bangsa yang dianggap akan mampu membawa bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur sejahtera. Iulah sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan kemerdekaan dan masih tetap utuh sebagai bangsa dikarenakan memiliki sistem nilai yang dinafasi pancasila ini. Dalam pandangan pancasila manusia dilihat sebagai suatu keseimbangan yang utuh, baik ia hidup sebagai pribadi atau pun hidup sebagai anggota masyarakat, adanya kebutuhan akan kehidupan material dan spiritual. Oleh karena itu dari sudut pandangan ekonomipun manusia Indonesia tidak bisa hanya dilihat sebagai mahluk yang hanya didorong oleh motif instingtif  dan egoismenya saja.

Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik link dibawah ini :

Sejarah dan Kedaulatan Ekonomi


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close