People Innovation Excellence

Perimbangan Kekuasaan Dalam Kepemimpinan Organisasional

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dewasa ini tuntutan masyarakat dunia akan penegakkan hak asasi manusia semakin menguat. Namun bagaimana hal tersebut dapat dimplementasikan dalam manajemen dan organisasi, akan memerlukan terobosan pemikiran tersendiri. Titik terang telah mulai nampak dengan bergulirnya berbagai pemikiran transformatif berkenaan dengan perubahan “makna” paradigma kepemimpinan dan perubahan pandangan tentang esensi pendistribusian kekuasaan. Sehingga bertiuplah angin kencang perubahan yang menuntut orientasi pemikiran kepemimpinan ke arah yang lebih egaliter dan horisontal. Untuk dapat membedakan pengertian antara “kepemimpinan vertikal” dan “kepemimpinan horisontal” ada baiknya dilakukan pula pembedaan antara pengertian “leadership” dan “leadingship”. Pengerian “ship” dalam leadership mengandung pengertian bahwa kekuasaan kepemimpinan diperoleh karena status formal yang disandangnya termasuk prestise dan previlegenya sehingga ia memiliki posisi dan otoritas (power-structure) yang tinggi dan entitas pengaruh yang kuat. Adapun pengertian “ship” dalam “leadingship” adalah pengaruh yang dimiliki oleh seseorang berdasarkan pada kemampuan, kapasitas dan keterampilan yang dimilikinya sekaligus karena otentisitas karakter dan otoritas pribadinya yang unggul yang ditunjang oleh kompetensi yang otonom. Persepsi yang dominan tentang kepemimpinan selama ini senantiasa didasari oleh pemisahan pengertian antara adanya kekuasaan pemimpin dari pengikut. Atau dengan kata lain, persepsi demikian lebih dipengaruhi oleh pandangan tentang prinsip kekuasaan vertikal (power structure vertical), atas landasan hak untuk membuat keputusan pada orang lain. Prinsip kekuasaan vertikal kemudian membentuk pandangan dan persepsi kebanyakan orang tentang kepemimpinan, yang pada gilirannya membentuk konsepsi tentang pengertian kepemimpinan itu sendiri. Konsep leadingship perlu diperkenalkan sebagai ide dan pemikiran alternatif tentang kepemimpinan bersama dalam bentuk semacam mekanisme pengarah (steering-mechanism). Dengan kata lain, leadingship merupakan landasan bagi prinsip kekuasaan horisontal, yang menghilangkan sekat fungsi dan peran antara atasan dan bawahan. Berdasarkan premis ini suatu tim kerja bekerjasama secara setara mandiri dan berdaulat.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan klik link dibawah ini :

PERIMBANGAN KEKUASAAN DALAM KEPEMIMPINAN ORGANISASIONAL


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close