People Innovation Excellence

Merkuri di Teluk Jakarta dan Corporate Social Responsibility

Oleh Annetta Gunawan

Sekitar 1.600 perusahaan membuang limbah cairnya ke sungai. Tengok saja cairan yang keluar dari sebuah hotel mewah di kawasan Senayan yang tampak berbusa. Demikian pula limbah cair dari sentra pabrik jins dan laundry di Kampung Sukabumi Selatan, Jakarta Barat. Limbah-limbah seperti inilah yang akhirnya masuk ke sungai besar dan bermuara di Teluk Jakarta. Selain itu, Di Pantai Karnaval Ancol dan sekitar restoran McDonald’s, kandungan merkuri yang ditemukan mencapai 0,056 mg/l. Padahal, ambang batas logam berat jenis merkuri hanya 0,002 mg/l untuk wisata bahari, dan 0,001 mg/l untuk biota laut. Sepanjang tahun 2005, setidaknya 500 perusahaan ditegur karena membuang limbah ke sungai. Sebanyak 17 perusahaan lainnya diproses secara hukum karena membuang limbahnya secara ngawur.

Banyak kegiatan industri yang dilakukan di sekitar teluk Jakarta dan membuang limbahnya pada sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Namun yang berpotensi menjadi pencemar adalah industri pulp, industri kertas, industri makanan dan minuman, serta industri farmasi. Hal ini disebabkan karena limbah industri tersebut mengandung merkuri (Hg), kadnium (Cd), timah (Pb), tembaga (Cu) dan seng (Zn) yang termasuk dalam logam berat. Logam berat yang masuk ke perairan dapat menurunkan nilai guna air, seperti air minum, budidaya, rekreasi, dan korservasi.

Fenomena ini bertentangan dengan prinsip Corporate Social Responsibility (tindakan organisasi yang ditujukan untuk keuntungan sosial dan memaksimalkan laba bagi para pemegang sahamnya, serta memenuhi semua kewajiban hukumnya), yang di dalamnya terkandung juga konsep:

ü  Corporate Citizenship ® organisasi bertanggung jawab dalam memenuhi semua kewajibannya sebagai warga negara.

ü  Corporate Conscience ® organisasi dijalankan dengan kesadaran untuk memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat.

Dapat dikatakan bahwa para pelaku industri yang bertanggung jawab atas tercemarnya Teluk Jakarta dengan limbah merkuri tidak memenuhi prinsip CSR (Corporate Social Responsibility), terutama bila dihubungkan dengan aspek kesehatan manusia, karena:

ü  Prinsip Corporate Citizenship tidak terpenuhi ® Mereka telah melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang pada dasarnya aturan tersebut salah satunya dibuat untuk melindungi masyarakat. Dengan begitu, mereka melalaikan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Lebih jauh lagi, tindakan yang mangabaikan kesehatan masyarakat ini pada gilirannya akan mengurangi sumber daya manusia yang produktif yang sebenarnya dibutuhkan oleh negara dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Terlebih lagi, bahaya kesehatan juga berlaku bagi bayi yang baru dilahirkan, sehingga kelangsungan generasi penerus bangsa pun terancam.

ü  Prinsip Corporate Conscience tidak terpenuhi ® Dengan menimbulkan bahaya kesehatan, maka mereka telah melanggar kewajibannya terhadap masyarakat. Orang-orang yang terkena dampak limbah merkuri memiliki kemungkinan untuk kehilangan mata pencaharian mereka karena tidak bisa bekerja lagi, sehingga kesejahteraan keluarga pun terancam, ditambah dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang dialami. Di samping akibat secara fisik, akibat secara psikologis yang ditimbulkan merkuri, yaitu susah tidur, pikun, dan depresi juga tentunya mengakibatkan kinerja yang menurun dan berakibat buruk pada pekerjaan mereka.

Tidak dapat dipungkiri, dengan mengabaikan prinsip CSR, maka perusahaan tidak dapat mencapai tujuan utamanya, yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Kelalaian para pelaku pencemaran merkuri di Teluk Jakarta ini pada gilirannya akan merugikan bisnis mereka sendiri dan tidak memaksimalkan laba bagi para pemegang sahamnya, karena:

ü  Tuntutan hukum karena melanggar aturan pemerintah pastinya mengancam keberlangsungan bisnis mereka, atau minimal kerugian finansial secara langsung (denda dan biaya persidangan), serta tidak langsung (kehilangan pelanggan atau pembeli potensial karena rusaknya image perusahaan di mata masyarakat).

ü  Mengurangi ketersediaan sumber daya manusia bagi usaha mereka sendiri akibat gangguan kesehatan tersebut, baik secara fisik maupun psikis. Bukan tidak mungkin pula, karyawan atau pekerja mereka sendiri termasuk korban keracunan merkuri, sehingga kinerja individual karyawan menurun, dan berujung pada kinerja perusahaan secara total juga menurun. Padahal, bisa saja, mereka yang menjadi korban sebenarnya kompeten, tapi menjadi tidak dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan karena gangguan kesehatan tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya para pelaku industri memiliki kesadaran untuk memikul tanggung jawabnya terhadap masyarakat, termasuk dalam hal kesehatan, dengan mengelola pembuangan limbahnya secara bertanggung jawab. Di samping itu, pemerintah pun harus lebih tegas dalam menangani pelanggaran-pelanggaran yang ada dalam hal pembuangan limbah, agar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dapat terjamin.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close