People Innovation Excellence

Tinjauan Etis Mengenai Serangan Produk China di Indonesia

Oleh Annetta Gunawan

Dalam ruang lingkup wilayah negara Indonesia, aktivitas ACFTA yang berlabelkan free trade sudah sepatutnya di dalamnya termasuk komponen fair trade di mana terdapat respon positif atas kesepakatan perdagangan bebas yang dapat menimbulkan masalah strategi penetapan harga yang tidak adil (wajar) serta penjaminan terhadap keamanan lingkungan kerja usaha kecil menengah yang sedang berkembang (Torsten, 2006). Dan alangkah baiknya, Indonesia mencoba mundur satu langkah demi mengedepankan nilai etika dengan mempersiapkan keahlian dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki. Hal ini ditujukan supaya tidak mengkerdilkan sisi moralitas melalui kegiatan menyimpang yang berorientasi pada kapital dan motif ekonomi semata-mata. Terbukti dari data yang diperoleh bahwa rakyat Indonesia belum siap menyambut ACFTA secara menyeluruh, beberapa indikatornya adalah :

  • Nilai ekspor ($49,2M) < nilai impor ($52M)

Aktivitas impor Negara Indonesia naik 45,9% sehingga aliran bisnis China berkontribusi 15% dari total impor keseluruhan di Indonesia, terutama industri : mainan anak, permesinan, dan logam.

  • Kegiatan bisnis manufaktur beralih ke industri perdagangan sebesar 20% yang mengakibatkan tingkat pengangguran naik karena dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja sebanyak 300.000 tenaga kerja.
  • Timbul kasus-kasus baru yang menjadi konsekuensi ACFTA, misalkan :

1)      Penyelundupan produk ilegal (kamera, handphone, dan barang elektronik lainnya)

2)      Produk mainan anak-anak asal China berbahaya

3)      Penggunaan bahan formalin pada makanan/susu yang mengandung melamin

Dapat kita lihat bahwa kebijakan ACFTA yang menyebabkan banjirnya produk-produk China di Indonesia, mengakibatkan kerugian bagi para pelaku usaha dalam negeri. Belum mampunya produk-produk Indonesia untuk bersaing dengan produk-produk China, terutama dalam hal biaya produksi yang rendah hingga mampu membanderol harga lebih murah juga, membuat banyak usaha dalam negeri yang menurun kinerja bisnisnya, bahkan gulung tikar. Lebih jauh lagi, hal ini berdampak pula pada tenaga kerja yang harus di-PHK, sehingga menambah jumlah pengangguran di negeri ini.

Pada akhirnya, beberapa hal yang telah dikemukakan di atas sungguh pemain China sungguh tidak memiliki etika bisnis yang baik karena hanya mementingkan kelompoknya sendiri hingga berdampak mematikan bisnis produk lokal di Indonesia dan persaingan pun menjadi tidak sehat. Terbukti, para pengusaha lokal menekan biaya seefisien mungkin dengan melakukan pemutusan hubungan kerja, bahkan gulung tikar karena kalah bersaing harga dan inovasi produk yang sangat bervariasi di mana memberikan banyak pilihan alternatif bagi pasar domestik. Dalam menghadapi isu-isu yang bermunculan akibat ACFTA, maka praktik etika bisnis harus lebih ditingkatkan oleh berbagai pihak, antara lain :

  • Pihak pelaku bisnis domestik maupun China harus mampu mengendalikan diri dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial agar terciptanya persaingan bisnis yang sehat.
  • Pemerintah memberikan informasi berupa seminar, penyuluhan, bimbingan bagi para UKM supaya dapat menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan” yang mana tidak melulu berbicara profit perusahaan melainkan juga mempertimbangkan lingkungan di masa depan. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya menetapkan kebijakan yang lebih mendukung para pelaku usaha dalam negeri, misalnya pengadaan bahan baku dengan harga lebih murah.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close