People Innovation Excellence

TANTANGAN KEPEMIMPINAN GlOBAL-NET [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Artikel ini mencoba menyoroti trend kontemporer  kepemimpinan dan urgensinya saat ini serta konteks sosial yang telah membentuk kontur studi tentang kepemimpinan. Titik berat ditekankan pada kebutuhan yang mendesak  bagi terwujudnya kolaborasi antara berbagai ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mencapai suatu teori terpadu. Kepemimpinan selalu penting, dan tidak pernah lebih penting ketimbang saat ini. Tentu saja menyoroti masalah kepemimpinan tidak pernah murni akademik. Kepemimpinan senantiasa mempengaruhi kualitas hidup, sebagaimana istri atau mertua atau bahkan seperti tekanan darah kita. Sejak ribuan tahun sampai perang dunia kedua, sepak terjang para pemimpin  telah menjadi penyebab utama kematian yang  lebih ganas dari wabah. Bahkan di zaman yang relatif tenang dan damai ini, para pemimpin  negara telah menentukan kualitas hidup kita, apakah obat yang kita minum aman, apakah makanan yang kita cicipi tidak mengandung zat yang berbahaya, dan apakah sistem hukum kita telah melindungi hak-hak minoritas tak berdaya. Begitu juga para pemimpin negara di dunia  dapat mengirim putra-putra terbaiknya ke dalam suatu kancah pertempuran demi menjaga perdamaian dunia.  Agaknya para pemimpin organisasi bisnis memiliki kekuatan yang hampir sama  dalam membentuk kehidupan kita, apakah itu baik atau buruk. Para eksekutif korup di Enron, WorldCom, dan Tyco-plus yang  telah menjadi para tersangka – atau sejumlah ulah perusahaan di negeri kita sendiri – yang tidak sekedar simbol dari keserakahan korporasi atau penyalahgunaan jabatan,  akan tetapi juga telah memeras ribuan para pekerja, memotong mata pencaharian mereka, mengeruk dana pensiun, dan menghadapkan mereka pada situasi stres. Meskipun kita belum bisa memprediksi akan terlihat seperti apa teori kepemimpinan kelak, namun setidaknya kita telah mengetahui, bahwa telah terjadi interaksi interdisipliner, kolaborasi antara para ilmuwan yang mendalami bidang kognitif, psikologi sosial, ekonomi, hukum, sosiolog, neurologi, antropologi,  biologi,  etika, politik, sejarawan, sosiobiologi, dan lain sebagainya. Sebelum kita dapat mencapai suatu teori yang komprehensif, ada baiknya kita perlu  sedikit-demi sedikit memperkecil kesenjangan yang ada dalam benak  pengetahuan kita. Karena untuk mencapai teori yang komprehensif dibutuhkan  studi longitudinal tentang konteks yang dimaksud.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close