People Innovation Excellence

Pendekatan Terpadu Untuk Mengelola Inovasi [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Ada  banyak  kesalahpahaman tentang  apa  yang  dimaksud  dengan  inovasi dalam konteks bisnis, dimana suatu inovasi tidak selalu harus dibatasi pada:

  • Adanya ide terobosan spektakuler atau lompatan teknologi maju;
  • Adanya lompatan imajinasi kreatif yang tiba-tiba dan tidak direncanakan atau disiapkan;
  • Didorong oleh departemen R & D atau “terobosan kreatif” dalam pemasaran;
  • Memerlukan ‘workshop’ kreativitas; dan
  • Hanya bisa dilakukan pada perusahaan berbasis produk.

Suatu inovasi bisa tentang suatu hal yang kecil, berupa perubahan tambahan untuk suatu produk, pelayanan dan proses bisnis. Mengimplementasikan konsep ini perlu melibatkan semua  manajer  yang  ada  di  setiap  departemen, mulai  dari  manajer keuangan sampai ke manajer pemasaran. Upaya ini perlu  direncanakan dan dikelola sebagai   proses   bisnis   inti   yang  mencakup  semua  bagian  dari   proses  bisnis. Kesemuanya perlu diintegrasikan kedalam bisnis di tingkat strategik dan operasional, sehingga hal ini akan menjadi keterampilan dan proses bisnis inti untuk abad ke 21. Dengan kata lain, inovasi dan proses bisnis inti  perlu dikaitkan dengan strategi dan proses perencanaan bisnis. Suatu inovasi parsial  dalam menjalankan  strategi bisnis berisiko menghamburkan sumber daya kunci dan merusak fokus organisasi. Suatu kegiatan inovasi harus didorong oleh strategi dan imperatif bisnis saat ini. Tingkat dan jenis inovasi harus ditentukan oleh kinerja bisnis saat ini dan ekspektasi di masa depan  serta  sejauhmana tingkat  toleransi  organisasi terhadap risiko.  Diagram  di bawah  ini  merangkum  gagasan  bahwa  pada  dasarnya  terdapat  3  jenis  strategi inovasi.

Bagi organisasi yang beroperasi di area hijau ( lihat kolom hijau diatas) mereka mungkin dapat berinovasi untuk tingkat yang lebih besar dengan dimilikinya sumber daya  dan  keterampilan  yang  tersedia.  Pengembangan  produk  baru  cenderung berfokus pada memperluas jangkauan produk yang sudah ada, dan bukannya benar- benar melakukan suatu pengembangan produk inovatif. Sebagai contoh, produsen vacuum   cleaner   yang   menghasilkan  28   varian   desain   dan   teknologi   dengan melakukan strategi modifikasi produk, dalam hal ini tidak   lagi membutuhkan teknologi   dan keterampilan baru untuk melaksanakan hal tersebut. Sementara organisasi yang ingin mengejar strategi konsolidasi (produk saat ini di pasar saat ini) inovasi dapat difokuskan pada perbaikan proses kerja. Strategi bisnis di area  hijau dapat beroperasi dengan berhasil, namun pengembangan tidak bisa terus dilakukan jika sudah sampai pada periode krisis. Agar berhasil mengatasi suatu ‘krisis’, kemampuan (kapabilitas)    dan sumber daya baru mulai diperlukan, dengan menambahkan area biru diagonal di tengah matrik. Suatu perusahaan yang mencoba menerobos pasar baru – sebagaimana yang dilakukan berbagai perusahaan di Jepang

– dengan berbagai produk mutakhir mungkin perlu menambah manufaktur baru dan

meningkatkan kemampuan dalam penjualan.  Untuk menempuh strategi yang benar- benar  inovatif    seperti  tergambar  dalam  area  merah  pada  matrik  diatas,    area tersebut merupakan wilayah dengan risiko tinggi – karena diperlukan strategi yang benar-benar baru untuk bisnis. Organisasi akan membutuhkan akuisisi sumber daya, kemampuan dan ide baru bahkan membutuhkan suatu kepemimpinan baru. Strategi tersebut biasa disebut sebagai strategi diversifikasi. Suatu perubahan strategik dalam bisnis bahkan  memerlukan model operasi bisnis baru dan terbaik, yaitu bisa dengan melakukan pilihan strategik  berupa    merger, akuisisi atau  lisensi.    Sejauh  mana inovasi terintegrasi dan strategi bisnis dapat diberlakukan bergantung pada risiko bisnis yang akan dihadapi. Artinya, adanya perbedaan  jenis strategi dan berbagai proyek  inovasi  akan  memiliki  risiko  yang  berbeda  pula.  Suatu  portofolio keseimbangan proyek inovasi bisa diadopsi jika terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap faktor risiko yang bakal dihadapi ketika sejumlah ide atau inovasi akan dilakukan pada suatu waktu.

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Project Leaders International Innovation Model (2008)

 


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close