People Innovation Excellence

Pendekatan Terpadu Untuk Mengelola Inovasi [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Jumlah dan jenis ide akan ditentukan oleh kinerja dan sumber daya yang tersedia. Sejumlah organisasi menyadari bahwa seleksi yang efektif atau proses penyaringan dapat mencegah suatu ‘inovasi berlebihan’. Terdapat lima kriteria dasar untuk melakukan seleksi atau penyaringan yang efektif:
1. Nilai – Dalam hal ini, apakah suatu ide benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi organisasi? Pertanyaan ini akan membantu mendapatkan ide-ide dan inovasi yang baik, serta para pencetus dan pendukung ide atau inovasi harus memperkirakan atau menghitung manfaat spesifik yang akan timbul;
2. Cocok – Dalam hal ini, apakah suatu ide konsisten dengan strategi dan situasi saat ini? Pertanyaan ini akan membantu menghilangkan ide-ide yang secara potensial menjadi suatu gangguan potensial, sehingga bisnis tidak menjadi sia-sia yang mengalihkan bisnis dari fokus bisnis intinya. Seandaipun suatu ide atau inovasi tidak ‘cocok’ masih dimungkinkan memiliki suatu nilai, misalnya dengan melakukan outsourcing di bawah lisensi kepada pihak ketiga atau menciptakan produk dalam entitas bisnis yang terpisah;
3. Diterima – Dalam hal ini, apakah semua stakeholder mendukungnya? Seringkali inovasi gagal di perusahaan berskala besar karena kurang didukung oleh stakeholders. Adalah penting bahwa para pendukung suatu ide atau inovasi meyakinkan ide internal mereka dan mengukur tingkat dukungan untuk itu. Hal ini sering diabaikan dan menjadi penyebab kegagalan, dan oleh karenanya perlu dilakukan negosiasi dengan stakeholders agar tidak terjadi halangan internal;
4. Kelayakan – Dalam hal ini, apakah tersedia waktu dan sumber daya yang cukup? Dengan kata lain, apakah suatu inovasi cukup dikelola dengan anggaran yang ada atau diperlukan dana tambahan? Apakah keterampilan baru perlu ditambah untuk mewujudkan gagasan inovasi secara efektif? Jawaban atas pertanyaan ini akan mempengaruhi waktu pelaksanaan dan perhitungan potensi pengembalian investasi (ROI), sehingga hal ini perlu dilihat sebagai realitas; dan
5. Kelanggengan – Dalam hal ini, apakah suatu ide akan menghasilkan suatu nilai, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang? Artinya, suatu ide baru atau inovasi benar-benar dikatakan memiliki nilai strategik jika mampu bertahan dalam tempaan waktu? Apakah keuntungan jangka panjang senilai dengan pengorbanan jangka pendek pada saat ide baru diperkenalkan ke pasar? Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan pengembalian investasi yang harus dicapai.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close