People Innovation Excellence

Dinamika Pemikiran Manajemen

Oleh : Robert T Herman

Staf Pengajar School of Business Management – Binus University

Email : robertth@binus.edu

Popularitas manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu telah berkembang sejak abad 19, mencapai puncak perkembangan di abad 20 hingga saat ini. Dalam rentang waktu yang sangat panjang, telah terjadi evolusi konsep pemikiran dan praktek manajemen serta berbagai macam kritik terhadap pemikirian dan praktek manajemen yang terjadi di masa lalu. Hasil proses evolusi konsep dan pemikiran tersebut dimanifestasi dalam sebuah paradigma manajemen modern yang selanjutnya menjadi tolok ukur bagi praktisi dan akademisi manajemen saat ini. Harus diakui bahwa manajemen ditempatkan pada posisi yang sentral dalam organisasi dan bisnis global saat ini. Manusia sebagai actor manajemen menjadi pusat perhatian dalam menjalankan fungsi dan peran manajemen.

Tulisan ini merupakan sebuah pembelajaran penting bagi siapapun terutama para pembelajar di management study program, school of business management, praktisi manajemen maupun bagi para manajer dan para pelaku bisnis terkait proses evolusi konsep dan praktek manajemen serta tantangan –tantangan yang dihadapi dalam dunia manajemen dan bisnis.

Awal sebuah Perubahan

Sejak awal, konsep dan pemikiran manajemen berkembang dalam suatu siklus yang relative dinamis, tumbuh kembang dalam  realitas namun seringkali konsep dan pemikiran yang diutarakan oleh kalangan ahli manajemen tidak sejalan dengan realitas praksis yang terjadi.  Kritik disertai argumentasi terhadap konsep dan praktek manajemen terutama pada masa revolusi industry justru menjadi landasan yang kuat untuk lahirnya konsep dan pemikiran manajemen yang lebih modern serta sesuai dengan tuntutan perubahan yang terjadi.

Kritik terhadap praktek manajamen tradisional yang dinilai tidak fleksibel, usang, minim efektivitas dan kreativitas serta pemanfaatan sumber daya yang tidak optimal merupakan bagian dari revolusi pemikiran manajemen yang dilontarkan oleh Thomas Watson, George Mayo dan beberapa ahli manajemen lainya seperti Robert E. Wood pada tahun 1930-an. Praktik manajemen yang berkembang saat itu dianggap kaku dan tak berkembang, dengan demikian upaya tersebut merupakan bentuk manifestasi pemikiran para ahli manajemen saat itu yang ditenggarai oleh dinamika perkembangan sektor industri dan bisnis serta iklim kompetisi yang menempatkan daya saing sebagai kekuatan baru penggerak ekonomi dan bisnis.

Knowledge Based Management

Sebagai jawaban atas kondisi yang dijelaskan sebelumnya, maka muncul konsep sistem manajemen berbasis pengetahuan yang mulai diperkenalkan secara menyeluruh  dengan tujuan utamanya adalah mengoptimalkan fungsi-fungsi menajemen melalui mekanisme proses yang tersistem dengan baik, lebih efektif dan mampu mendorong peningkatan kinerja manajemen. Dengan demikian,  pembaharuan manajemen mulai dilakukan saat itu sebagai jawaban atas praktek manajemen yang telah dianggap kadaluarsa.

Proses pembaharuan konsep dan sistem manajemen terus barlanjut hingga saat ini. Drucker (2001) mengatakan bahwa manajemen merupakan salah satu ilmu yang berkembang dengan sangat pesat sepanjang sejarah. Ilmu manajemen terus berkembang seiring perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis dan organisasi. Semua bentuk organisasi yang ada di dunia ini membutuhkan manajemen baik untuk organisasi bisnis yang berorientasi profit maupun non profit, baik yang berskala besar maupun organisasi berskala kecil.

Posisi manajemen sangat sentral mengingat semua fungsi manajemen merupakan kunci keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuan keberadaannya. Kekuatan utama manajemen terletak pada faktor manusia sebagai sumber daya, sebab semua tujuan organisasi hanya akan tercapai melalui manusia. Manusia dalam konteks ini dapat dipahami sebagai salah satu input bagi manajemen yang pada akirnya sangat menentukan produktivitas manajemen itu sendiri.

Manusia sebagai Aktor Manajemen

Manusia sebagai kekuatan daya saing adalah sumber daya organisasi yang harus memiliki keunggulan kompetensi tertentu guna mendukung pencapaian tujuan organisasi itu sendiri. Keanekaragaman sumber daya yang dimiliki harus mampu dikelolah dengan sangat baik, beragam orang dalam sebuah organisasi harus mampu bekerja sama agar tetap fokus pada satu tujuan utama sebagaimana ditetapkan dalam visi organisasi. Taylor (1856-1915) telah meletakan dasar yang sangat kuat bagi pemikiran manajemen melalui salah satu karya terbesarnya “Scientific Management”.

 

Pusat perhatian utama Taylor adalah  pengenalan metoda kerja (process) dan bagaimana menciptakan iklim / lingkungan kerja yang baik. Keyakinan Taylor adalah bahwa dengan adanya mekanisme kerja yang baik, lingkungan kerja yang kondusif dan sistem kerja yang terstruktur dengan baik akan dengan sendirinya menghasilkan tingkat produktitivitas yang baik.  Kalaupun ada anggapan bahwa pemikiran Taylor tidak mengakomodasi sisi humanis peran faktor sumber daya manusia, namun hal tersebut tidak berarti memperlakukan manusia sama seperti mesin produksi yang bekerja secara otomatis.

Kehadiran Maslow (1908 – 1970) serta Douglas MC Gregor (1906 – 1964) dianggap sebagai dua pemikir manajemen yang justru menaruh perhatian lebih pada aspek manusia sebagai sumber daya yang utama dalam sebuah organisasi. Maslow sangat berjasa dengan konsep piramida kebutuhan yang hingga kini masih relevan bagi kehidupun manusia sebagai pribadi. Maslow memperlihatkan ruang motivasi dalam aspek kehidupan manusia yang diyakini sebagai pemicu seseorang dalam segala upaya untuk pemenuhan kebutuhannya. Pemikiran Maslow pada akhirnya mengilhami Gregor dengan sedikit mengkritisi bahwa manusia sebagai sumber daya dalam organisasi pada dasarnya memiliki potensi yang sangat besar yang dapat digunakan untuk pengembangan diri dan untuk kemajuan organiasasi atau perusahaan. Namun, praktek yang terjadi adalah minimnya eksploitasi terhadap kompetensi individu yang mengakibatkan kemampuan individu dalam organisasi dipendam atau dibiarkan tenggelam. Realitas semacam ini sangatlah irelevant dengan situasi yang terjadi dengan kondisi saat ini, maka tuntutan akan sebuah perubahan mutlak dilakukan.

Di sinilah tuntutuan peran kalangan pemikir manajamen dan praktisi manajemen untuk merespon situasi yang terjadi dengan meletakan dasar-dasar yang kuat untuk melahirkan pembaharuan konsep dan praktek manajamen yang tidak hanya merespon perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi dan bisnis, tetapi juga mampu membaca perubahan yang terjadi di masa yang akan datang.

(Pojok Syahdan, 12 Agustus 2013).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close