People Innovation Excellence

Kepemimpinan Dalam Manajemen Korporasi [Bagian 6-Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Tidak seperti manajemen, kepemimpinan merupakan kegiatan yang berisiko tinggi. Jika seorang manajer gagal mengelola kegiatan dengan baik, maka akan ada beberapa kerugian. Meskipun dalam banyak kasus, tim kerja yang mereka kelola akan terus bekerja dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi. Jika seorang pemimpin memberikan arah yang salah, atau gagal memberikan dampak yang diperlukan untuk mencapai perubahan arah organisasi, maka hasilnya bisa menjadi bencana bagi seluruh organisasi. Dalam menilai dampak kepemimpinan dan faktor risiko, maka penting untuk mempertimbangkan posisi yang ditempati oleh para pemimpin dalam organisasi serta kebijakan yang diambilnya (otonomi atau
kekuasaan pengambilan keputusan) sesuai dengan perannya. Risiko yang dimaksud dapat dibedakan menjadi risiko individual dan risiko kontinjensi.
1. Faktor risiko individual.
Faktor risiko individual adalah atribut pribadi yang cenderung menciptakan masalah dalam setiap situasi kepemimpinan, misalnya karena sikapnya yang lebih impulsif, inkonsistensi, egosentrisme, ketidakjujuran dan lain sebagainya. Faktor risiko individual adalah perilaku yang meningkatkan kemungkinan kegagalan organisasi. Perilaku individu dapat berupa perilaku maladaptif yang merupakan sikap yang timbul dari ketidakmampuan. Perilaku maladaptif dapat berupa bentuk ekstrim dari perasaan kurang kompeten dimana kemunculan sikap ini kemungkinan akan terkait dengan faktor risiko kontinjensi juga, mengingat perilaku tersebut dapat menjadi lebih dominan ketika berada di bawah tekanan stres. Kekurang mampuan muncul dari kurangnya pengetahuan atau keterampilan yang relevan. Misbehaviours adalah bentuk perilaku maladaptif lainnya yang mencerminkan adanya kelemahan pribadi yang berdampak kontraproduktif di tempat kerja, dengan menunjukkan sikap seperti agresi, perilaku kasar, pencurian atau penipuan, dan sebagainya. Dengan demikian sifat dan karakteristik pemimpin dapat menghasilkan perilaku positif atau negatif dalam menjalankan kepemimpinan. Perilaku ekstrovert misalnya, membuat pemimpin lebih cenderung tampil sebagai pemimpin transformasional, berfikir positif dan alami serta mampu mengerahkan pengaruh atas orang lain. Terdapat juga pemimpin ekstrovert yang berlebihan, dengan memiliki kecenderungan untuk menampilkan perilaku yang terlalu berani dan agresif, sehingga menciptakan situasi yang sulit bagi para bawahan dan orang lain dalam organisasi untuk mampu bekerja dengan mereka.
2. Faktor risiko kontijensi
Masalah risiko kontijensi tidak terkait langsung dengan kualitas pemimpin sebagai pribadi, akan tetapi lebih mungkin timbul dalam situasi dan mempengaruhi kemampuan pemimpin untuk memiliki dampak yang diperlukan. Situasi tertentu secara intrinsik lebih berisiko daripada hal lain, misalnya ketika terdapat situasi ketidakpastian kontekstual tinggi, yang disebabkan oleh faktor perubahan. Untuk masing-masing jenis situasional, terdapat risiko yang berbeda secara kontinjensi. Misalnya, seorang pemimpin yang pandai mendorong perubahan mungkin menjadi faktor risiko terhadap lingkungan komersial yang stabil, yang mungkin lebih membutuhkan mentalitas kepemimpinan status-quo. Suatu konsep manajemen tertentu mungkin baik dalam lingkungan yang stabil dan terstruktur dengan baik, akan tetapi bisa saja menjadi bencana untuk situasi yang lainnya.
Dengan demikian kita perlu mengembangkan pendekatan ‘kepemimpinan dalam konteks atau kontijensial’. Melalui penilaian multi-sumber, kita dapat mengidentifikasi serangkaian perilaku kunci untuk mengembangkan model perilaku kepemimpinan dalam korporasi. Pendekatan kepemimpinan yang digariskan di sini mewakili pandangan fungsional kepemimpinan. Yaitu lebih berfokus pada apa yang pemimpin lakukan dan apa dampak yang mereka lakukan terhadap efektivitas organisasi. Dengan demikian diperlukan pengukuran efektivitas kepemimpinan
dengan mengukur atribut yang memiliki relevansi, baik pada tingkat individu, tim kerja maupun pada tingkat organisasi. Model kepemimpinan korporasi memberikan kerangka untuk mengembangkan program intervensi dan konsultasi untuk mendukung perencanaan suksesi, manajemen perubahan organisasi dan proses sejenis lainnya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close