People Innovation Excellence

Manajemen dan Kepemimpinan Kolaboratif [Bagian 11]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Para manajer saat ini harus mampu berhubungan dengan sangat berbeda dan mampu menyerap dan mengintegrasikan kompleksitas. Mereka harus merasa nyaman menjadi bagian dari sebuah tim organisasi ketimbang menjadi seorang kontroler dan sumber dari segala pengetahuan . Menjalankan tugas manajerial saat ini membutuhkan perubahan, baik tentang bagaimana manajemen dikonseptualisasikan maupun mengembangkan suatu set keterampilan baru. Para manajer tidak lagi bisa mengharapkan kepatuhan buta. Agar kepemimpinan berjalan efektif, mereka harus mampu memenangkan hati, pikiran, dan menaruh kepercayaan kepada para pekerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan. Para manajer kolaboratif akan memiliki cara pandang berbeda tentang arti “sukses”. Sementara para manajer tradisional mengukur sukses sebagai sesuatu yang mereka lakukan sendiri, maka para manajer kolaboratif memandang kesuksesan sebagai sesuatu yang diciptakan bersama oleh semua personil dalam organisasi. Para manajer kolaboratif masih menjalankan kekuasaan dan kendali, namun kendali yang mereka lakukan berasal dari loyalitas para staf dan bukan dari rasa ketakutan para staf. Mereka akan memberikan penghargaan kepada siapa pun yang datang dengan ide besar untuk meningkatkan kualitas dan nilai. Mereka telah mengubah tradisi “aku” menjadi ” kita “. Para amggota tim kerja tidak akan membiarkan reputasi teman mereka turun. Begitu juga para staf atau anggota tim kerja akan menghormati dan mengapresiasi para manajer mereka dengan tidak membiarkan reputasi manajer mereka turun. Para manajer kolaboratif harus bekerja melawan gelombang ketakutan dan menciptakan keamanan bagi para pekerja untuk menyarankan suatu cara yang lebih baik. Mereka akan menyambut pemikiran segar, karena keberhasilan organisasi adalah kesuksesan bagi semua orang. Sekali lagi, manajemen kolaboratif bukan tentang pelucutan kendali, akan tetapi tentang merevisi sikap tradisional bahwa manajer harus selalu ” benar”. Mungkin kata yang lebih tepat adalah tentang pelucutan “ego” dengan memberi tepuk tangan terhadap semua kontributor keberhasilan organisasi, yaitu dengan menciptakan rasa kebanggaan yang kuat bagi semua anggota tim atau organisasi. Contoh ini dapat terlihat secara menarik dalam sebuah penayangan iklan komersial produk teknologi tertentu di televisi yang memberi pesan kuat dan pendek tentang kualitas dan kehandalan. Di latar belakang produk tersebut tergambar formasi personil yang dengan kesan meyakinkan menunjukkan rasa kebanggaan, yang menyiratkan pesan kuat bahwa “teamwork” yang kuat adalah rahasia kesuksesan teknologi tersebut. Hanya dengan praktek manajemen kolaboratiflah yang dapat mencapai budaya semacam ini.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close