People Innovation Excellence

Tipologi Kepemimpinan Unggul [Bagian Ke-16/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Last but not least, “kunci kepemimpinan yang sukses saat ini terletak pada pengaruh dan bukan terletak pada wewenang” , demikian kata Ken Blanchard. Jika kita ingin meningkatkan keterampilan kepemimpinan kita, maka pikirkan tentang tindakan apa yang dapat kita ambil untuk menjadi pemimpin yang lebih berpengaruh. Disamping itu, kepemimpinan top-down gaya militer tidak pernah lagi efektif dalam dunia yang serba cepat ini, maka pemimpin yang terbaik tidak menciptakan pengikut, akan tetapi mereka harus mampu menciptakan lebih banyak pemimpin. Para pemimpin yang besar mampu memilih gaya kepemimpinan seumpama seorang pegolf memilih klub nya, hal tersebut dilakukan dengan menggunakan analisis dan melakukan perhitungan terhadap masalah yang tengah dihadapinya. Berikut ini adalah 6 (enam) gaya kepemimpinan yang dikembangkan oleh Daniel Goleman, yakni:
1.Pemimpin sebagai penentu: gaya kepemimpinan ini jika diringkas dalam satu kalimat akan menjadi “lakukan pekerjaan seperti yang saya lakukan sekarang”. Gaya kepemimpinan ini akan bekerja dengan baik manakala tim kerja sudah termotivasi dan terampil , dimana sang pemimpin memerlukan hasil yang cepat. Namun gaya ini jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat, dapat mematikan daya inovasi tim kerja; 2. Pemimpin berwibawa atau karismatik: gaya kepemimpinan ini mampu memobilisasi tim kerja menuju visi dan berfokus pada tujuan akhir, dengan memberi sarana dan/atau
prasarana untuk masing-masing individu. Jika gaya ini diringkas dalam satu kalimat sama dengan ” Ikutilah aku”. Gaya otoritatif ini dapat bekerja dengan baik bila tim kerja membutuhkan visi baru sebagai akibat adanya keadaan yang telah berubah, atau ketika bimbingan secara eksplisit tidak diperlukan lagi;
3. Pemimpin afiliatif: gaya kepemimpinan ini bekerja untuk menciptakan ikatan emosional yang membawa rasa ikut memiliki pada anggota organisasi . Gaya afiliatif dapat berjalan dengan baik pada saat situasu stres , khususnya untuk menghilangkan trauma , atau ketika tim kerja perlu untuk membangun kembali kepercayaan diri anggotanya . Gaya ini tidak selalu harus diterapkan secara eksklusif, mengingat gaya ini hanya mengandalkan pada pujian dan hubungan emosional semata, sehingga dampaknya terhadap kinerja kurang terarah dan mungkin biasa-biasa saja; 4. Pemimpin pembina: gaya kepemimpinan ini mengembangkan orang untuk masa depan. Gaya pembinaan dapat bekerja dengan baik bila pemimpin ingin membantu tim kerja membangun kekuatan tim kerjanya sendiri;
5. Pemimpin koersif: gaya kepemimpinan ini menuntut kepatuhan langsung. Jika gaya ini diringkas dalam satu kalimat akan menjadi ” lakukan apa yang saya katakan”. Gaya koersif akan berjalan efektif di saat krisis, misalnya dalam upaya pengambil-alihan, atau dalam keadaan yang benar-benar darurat. Gaya ini juga dapat membantu mengendalikan tim kerja, ketika cara yang lain telah gagal. Namun demikian, jika gaya ini tidak diperlukan atau dalam keadaan yang tidak genting, gaya ini sebaiknya dihindari, karena dapat menjauhkan orang dan melumpuhkan fleksibilitas serta daya cipta; dan 6. Pemimpin demokratik: gaya kepemimpinan ini berupaya membangun konsensus melalui partisipasi. Jika gaya ini diringkas dalam satu kalimat, maka akan menjadi suatu pertanyaan “Bagaimana menurutmu”? Gaya demokratis paling efektif jika pemimpin memerlukan tim kerja yang ikut memiliki atas keputusan , rencana , atau tujuan , atau jika pemimpin membutuhkan ide-ide segar dari rekan kerja tim yang berkualitas. Pada akhirnya, kita boleh mengambil beberapa pilihan gaya kepemimpinan sekaligus, pada tangan yang satu kita akan mengambil gaya kepemimpinan berwibawa atau karismatik , dan di tangan yang lain menggenggam gaya demokratis, pembinaan, dan kepemimpinan afiliatif, atau menambahkan sedikit bumbu dengan gaya penentu dan kepemimpinan koersif dengan porsi secukupnya. Tentu saja kita akan memimpin berdasarkan kebutuhan yang dapat mengangkat dan mengilhami tim kerja kita. Kita akan bebas memilih resep untuk keberhasilan kepemimpinan jangka panjang kita yang sesuai dan sepadan dengan kebutuhan tim kerja kita. Viva kepemimpinan Indonesia?


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close