People Innovation Excellence

Management Excellence [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Harus diakui, terdapat keuntungan dengan mempertahankan manajemen kinerja tradisional, misalnya dengan memanfaatkan garis komando top-down suatu tim manajemen dituntut untuk menerjemahkan tujuan strategik menjadi faktor pendorong
untuk sukses, dan dalam hal ini indikator kinerja utamanya adalah melakukan inisiatif perbaikan. Namun organisasi saat ini beroperasi dalam jaringan pemangku kepentingan (stakeholders) yang berbeda, dimana masing-masing memberikan kontribusi terhadap kinerja organisasi secara menyeluruh. Para pekerja menyumbangkan tenaga, dan pemegang saham memberikan modal. Para pemasok dan mitra menyediakan barang dan/atau jasa untuk merancang, menciptakan dan menjual produk, para pelanggan menyediakan permintaan, sedangkan masyarakat menyediakan prasarana dan regulator untuk menjamin kompetisi yang sehat. Pihak manajemen hanya bisa memanfaatkan kontribusi tersebut jika ia juga bersedia mengakui kebutuhan stakeholders. Mengidentifikasi kontribusi dan tuntutan stakholders ini merupakan hal penting sebagai dasar untuk menjalankan strategi manajemen kinerja. Untuk alasan ini, beberapa organisasi telah meluncurkan sistem manajemen kinerja yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan pelayanan pelanggan. Organisasi perlu untuk mengumpulkan, menganalisis dan berbagi informasi tentang dampak bisnis mereka terhadap faktor ekonomi, tanggung jawab sosial dan dampak lingkungan. Jika suatu organisasi mengabaikan tren eksternal ini karena satu dan lain hal, maka dampaknya terhadap bisnis akan menjadi serius. Dan jika para pemangku kepentingan (stakeholders) kehilangan kepercayaan pada kemampuan tim manajemen, maka harga saham mungkin akan terpengaruh, dan akan terpengaruh pula karir manajerial seseorang, seiring dengan meningkatnya biaya atau modal usaha. Memahami dinamika pasar adalah langkah pertama yang penting dalam mengevaluasi alternatif strategik dan menentukan tujuan yang tepat. Dalam hal ini, berbagai produk baru akan datang bermunculan, pesaing baru berlomba memasuki pasar, terjadi perubahan perilaku konsumen dan percepatan laju bisnis, sehingga sebagian besar organisasi dituntut untuk mengumpulkan data eksternal yang cukup untuk memprediksi tren bisnis masa depan. Organisasi saat ini memiliki banyak pilihan strategik yang berbeda untuk membentuk sebuah organisasi yang handal. Misalnya, apakah mereka harus berinovasi dengan menciptakan produk baru atau memilih strategi kemitraan? Apakah lebih baik mereka melakukan outsource sebagai langkah terbaik? Atau melakukan penghematan dengan divestasi unit bisnis atau mengurangi kapasitas pada seluruh bisnis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab hanya dengan menghitung laba atas investasi, karena mereka juga harus selaras dengan kebutuhan pasar. Disain dalam menggambarkan proses manajemen adalah kunci untuk perumusan strategi. Hal ini akan membantu organisasi dalam mengambil keputusan tentang bagaimana mewujudkan pengembalian tertinggi bagi semua pemangku kepentingan (stakeholders)
dengan pemposisian pasar yang paling tepat. Untuk membuat strategi yang sukses, organisasi bisnis perlu menerapkan analisis skenario, suatu pendekatan yang sempat populer di tahun 1970-an dan tahun 1980-an dan kemudian muncul kembali sebagai inisiatif manajemen kinerja strategik pada saat ini. Analisis skenario dapat membantu organisasi untuk mengidentifikasi strategi yang paling sukses. Dalam tampilan manajemen kinerja tradisional, misalnya dengan menggunakan siklus manajemen PDCA (Plan, Do, Check and Adjust), manajemen akan menetapkan tujuan dan menciptakan rencana untuk menjangkau tujuan tersebut. Hal ni biasanya dilakukan dengan memonitor setiap kemajuan dan menganalisis suatu penyimpangan terhadap rencana. Suatu tim kerja kemudian akan melaporkan hasil monitoring tersebut dan kesesuaian dengan tujuan dengan memberikan umpan balik. Sedangkan pada model strategy to success suatu perencanaan menjadi lebih operasional, sehingga organisasi dapat terus menyeimbangkan antara kebutuhan pasar dan stakeholders sesuai dengan kapasitas sumber daya dan kegiatan internal. Setiap perubahan pada pasar akan diimbangi oleh kapasitas internal yang mengarah pada perkiraan operasional baru dan prognosis keuangan. Dengan sendirinya, suatu analisis varian tidak lagi berbasis pada anggaran, akan tetapi lebih merupakan perbandingan relatif antara kapasitas organisasi dan kondisi seluruh pasar. Dengan demikian, hidup dan matinya suatu organisasi akan terkait pada seberapa baik sebuah organisasi dalam menganalisis dan mengeksekusi proses bisnis mereka. Suatu rencana dan strategi akan tetap menjadi kerangka teoritik semata, sebelum seseorang menempatkan hal tersebut ke dalam suatu tindakan, artinya manajemen kinerja perlu melakukan sesuatu lebih dari sekedar monitoring semata. Misalnya pemasar pada perusahaan furnitur tertentu tidak mampu memberikan pelayanan seperti yang telah dijanjikan, baik mutu pesanan atau ketepatan waktu pengiriman, sehingga kepuasan pelanggan akan cenderung terpengaruh, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada arus kas aktual juga. Dampak lainnya, pelanggan mungkin tidak mau lagi membeli dari produsen ini dan bahkan akan memilih membeli dari pesaingnya pada kesempatan yang lain. Pemasar furnitur mungkin harus menawarkan diskon kepada pelanggan tersebut untuk mengimbangi kekecewaan pengiriman yang tertunda, dan ini artinya menurunkan margin keuntungan. Situasi jenis hubungan kausal seperti contoh demikian acapkali berlangsung setiap hari dan umumnya menyebabkan solusi dan/atau resolusi pada posisi yang kalah. Oleh karena itu, pendekatan terpadu lintas fungsi dan lini bisnis yang berbeda dapat membantu mengelola situasi dengan langkah proaktif, sehingga dapat meminimalkan potensi dari dampak negatif. Suatu studi terbaru menemukan bahwa adanya informasi yang
berbeda-beda merupakan salah satu rintangan utama untuk keberhasilan manajemen kinerja. Untuk mengatasi masalah ini, manajer atau pemimpin dalam manajemen kinerja perlu menerapkan strategi pengelolaan master data, sehingga semua menggunakan produk yang sama.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close