People Innovation Excellence

Kepemimpinan Akrobatik [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kita sering menyangka bahwa suatu organisasi moderen tempat dimana kita bekerja senantiasa berjalan mengikuti suatu alur berfikir yang rasional dan ekonomis. Namun coba kita tanyakan kepada para pemimpin bisnis tiga pertanyaan yang sederhana. Pertama, sepuluh peluang apa yang paling menarik untuk penciptaan nilai organisasi kita? Kedua, siapa sepuluh orang terbaik pada organisasi kita? Ketiga, apakah kesepuluh orang tersebut bekerja pada kesepuluh peluang butir diatas dengan efektif? Yang membuat para eksekutif bungkam terhadap pertanyaan demikian, diantaranya karena terdapat sejumlah paradoks, yang banyak berakar pada eksentrisitas dan ketidakpastian perilaku manusia, sehingga betapa sulitnya bagi para eksekutif senior untuk mencapai keselarasan organisasi, apa yang tadinya dipercaya bahwa segala sesuatunya dapat berjalan secara rasional dan ekonomis, dalam kenyataannya ternyata tidak. Beberapa laporan menunjukka bahwa cara rasional untuk mencapai kinerja superior yang berfokus pada manifestasi keuangan dan operasi semata, dengan hanya mengejar beberapa target jangka pendek bukanlah cara yang paling efektif. Sebaliknya, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang paling sukses, ternyata dalam jangka panjang secara konsisten lebih berfokus pada menggali potensi kepemimpinan, motivasi para pekerja yang berorientasi pada tujuan, yang dalam jangka pendek manfaat dari pengembangan aspek tersebut secara langsung sering dianggap tidak selalu jelas. Padahal pada banyak organisasi yang sehat, dengan visi, misi dan strategi yang jelas, mereka memiliki proses manajemen dan kualitas kepemimpinan yang kuat, sering dibarengi oleh motivasi para pekerja, serta memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri sendiri secara lebih efektif ketimbang yang dilakukan oleh para pesaing mereka. Artinya, kesehatan kinerja organisasi dapat mendorong hari esok yang lebih cerah. Harus diakui, banyak pula para eksekutif (CEO) yang secara naluriah memahami paradoks antara kinerja dan kesehatan atau kebugaran organisasi ini. Bahkan, berdasarkan pengalaman, terdapat tiga jenis paradoks lain yang keduanya sangat mencolok dan cukup sulit untuk berdamai. Yang pertama adalah paradoks antara perubahan yang datang lebih cepat dengan menjaga stabilitas organisasi. Kedua, adalah bahwa suatu organisasi akan lebih mungkin berhasil jika mereka secara bersamaan memberdayakan dan mengendalikan para pekerja mereka. Dan yang ketiga adalah bahwa suatu budaya organisasi yang baik dapat mendorong konsistensi – katakanlah dalam kualitas pelayanan dan produk – dilain pihak mampu melakukan inovasi dan eksperimentasi.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close