People Innovation Excellence

Kepemimpinan Akrobatik [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kesadaran untuk memahami paradoks ini akan sangat berharga bagi para eksekutif (CEO), yaitu dengan menjaga para pekerja dan prioritas mereka, sekaligus menjaga keseimbangan pada saat terjadinya
perubahan budaya dan kepemimpinan. Tak ubahnya bagaikan pemain sirkus cekatan yang menjaga keseimbangan putaran piring atau mangkuk pada tongkat mereka agar tetap tegak, sehingga para eksekutif senior harus terus melakukan intervensi guna mendorong jenis perilaku yang dikehendaki yang selaras dengan prioritas utama organisasi. Memahami paradoks antara stabilitas dan perubahan organisasi, jelas sangat penting khususnya dalam menanggapi munculnya tuntutan pelanggan, peraturan baru, dan ancaman kompetitif. Meskipun suatu perubahan – baik yang konstan atau tiba-tiba – sering mengganggu dan menciptakan situasi ketidak-stabilan, baik secara organisasional maupun individual. Sama halnya seperti kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, banyak dihadapkan pada hal-hal baru dalam hidup mereka, misalnya seperti perceraian, pindah rumah, dan perubahan pekerjaan, yang terkadang mereka menjadi lelah dan kewalahan. Para eksekutif (CEO) perlu melakukan transformasi pola pikir mereka secara radikal dan menjungkirbalikkan tatanan pemikiran yang mapan untuk memotivasi kreativitas mereka. Paradoksnya, para pemimpin perubahan sekaligus juga harus mempromosikan suatu stabilitas sebagai inti yang perlu dirasakan pula oleh organisasi mereka, dengan memberi kesan bahwa perubahan yang berlangsung tampak relatif kecil, tambahan, atau bahkan perifer, sementara secara kumulatif transformasi dibutuhkan lebih cepat untuk mendorong kinerja tinggi. Sebagai contoh apa yang dilakukan oleh suatu bank asing baru-baru ini, dengan terjadinya kekacauan di sektor jasa perbankan dan bahkan keuangan dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga perlu didorong adanya suatu perubahan secara radikal. Dalam kasus demikian suatu slogan atau teriakan “mari kita mengubah segalanya” akan menjadi kontraproduktif bagi suatu organisasi di mana para pekerja dan anggota stafnya sebagian besar adalah para pekerja keras, terlebih lagi jika mereka adalah orang-orang yang memiliki komitmen terhadap proses yang melibatkan jutaan transaksi perjam operasi perhari. Begitu juga pada sebuah bisnis otomotif berskala besar terkenal, yang dikuasai tiga pemilik yang berbeda dan memiliki lima CEO yang berbeda pula, yang telah menyadari paradoks ini dengan mengembangkan model manajemen baru yang dijuluki manajemen “keseimbangan,” yaitu suatu kata yang sarat dengan makna, yang dalam dunia industri otomotif dapat diartikan juga sebagai mengurangi kekeliruan dan meningkatkan kecepatan. Ide utama dibalik model ini adalah bahwa setiap perubahan yang dilakukan dalam suatu sistem, struktur, dan proses organisasi harus selalu diperkenalkan dengan cara yang konsisten, biasanya secara intensif diperkenalkan selama tiga bulan, yang merupakan bagian dari suatu paket perubahan secara eksplisit. Jika suatu perubahan yang diusulkan tidak siap dirilis pada waktunya, maka lebih baik ditangguhkan untuk periode waktu berikutnya atau bahkan lebih baik ditinggalkan saja. Pada masa-masa sebelumnya para pimpinan
dari masing-masing fungsi organisasi cenderung memperkenalkan sendiri suatu perubahan yang menurut mereka dapat menghasilkan nilai, namum di sisi yang lain para manajer madya-lah yang merasakan langsung badai perubahan tersebut yang membuatnya sulit untuk fokus pada prioritas utama organisasi mereka.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close