People Innovation Excellence

Kepemimpinan Akrobatik [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam hal ini organisasi membentuk suatu komite rahasia untuk mengabulkan beberapa permintaan dari para pekerja, misalnya dengan memenuhi keinginan suami pekerja yang tengah sakit parah untuk bertemu dengan pemain olah raga favoritnya dengan mengundangnya pada pesta ulang tahun khusus untuk putrinya. Setelah organisasi mengabulkan 100 permintaan para pekerja, maka program ini telah membantu mempromosikan budaya organisasi memberi. Program ini telah membantu mengurangi ketidakpastian dan ketidaknyamanan pada para pekerja disaat mereka memerlukan bantuan, dan paling tidak mereka merasa tidak sendirian. Enam bulan setelah program pelatihan “dream-on” ini dilaksanakan, organisasi telah berhasil menerapkan budaya bagaimana menjadi “pemberi dan penerima” yang baik. Dalam sebuah studi dari program serupa ditemukan bahwa para pekerja menjadi lebih berkomitmen terhadap organisasi dan dirasakan bahwa program tersebut telah memperkuat rasa memiliki pada komunitas di tempat kerja. Dilaporkan bahwa para pekerja merasa bersyukur atas kesempatan untuk menunjukkan kepedulian terhadap rekan kerja mereka dan merasa bangga dengan tempat kerja mereka dan bahkan berupaya mendukungnya. Namun demikian mengembangkan budaya memberi juga mengandung bahaya, manakala sebagian dari mereka menjadi mudah untuk menerima bantuan, sehingga pada gilirannya mereka tidak memiliki waktu dan energi lagi untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka sendiri.
Dalam suatu studi penting lainnya, percobaan telah dilakukan terhadap dua kelompok tim kerja dimana tim kerja yang satu diberikan insentif kooperatif, dan untuk tim kerja kedua diberikan insentif kompetitif untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit. Pada tim kerja yang harus lebih mengutamakan kerjasama akan diberikan insentif kooperatif, yakni berupa hadiah uang tunai apabila mampu menunjukkan kinerja kolektif mereka, dan mendorong anggota tim kerja untuk bekerja sama saling membantu. Begitu juga sebaliknya terhadap tim kerja yang kompetitif, hadiah uang tunai diberikan kepada individu yang berkinerja tertinggi dalam suatu tim kerja. Hasilnya adalah bahwa tim kerja kompetitif berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan lebih cepat ketimbang tim kerja kooperatif, namun demikian hasil kerja yang ditunjukkan oleh tim kerja kompetitif ternyata kurang akurat, disamping itu
beberapa anggota tim kerja kompetitif cenderung menahan atau menyembunyikan informasi penting antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula, ketika peniliti mengubah struktur penghargaan terhadap tim kerja kompetitif dengan penghargaan yang sama diberikan kepada tim kerja kooperatif, yakni keuntungan yang merata bagi seluruh tim kerja untuk meningkatkan akurasi kinerja mereka, ternyata akurasi yang diharapkan tidak tercapai bahkan kecepatan kerjanya malah menurun. Begitu mereka telah melihat rekan kerja mereka sebagai pesaing, mereka tidak lagi bisa mempercayai mereka antara satu dengan yang lainnya. Yang dilakukan adalah menyelesaikan tugas tunggal di bawah struktur yang dihargai dengan menggunakan pola pikir menang-kalah. Hasil penelitian ini telah mengingatkan kita bahwa menerapkan budaya memberi juga bergantung pada pemahaman komprehensif para pemimpin terhadap perilaku dan budaya organisasi secara keseluruhan, khususnya ketika mereka harus mempraktekkan struktur pengakuan dan penghargaan kedalam perilaku organisasi. Menciptakan budaya tersebut perlu dimulai dengan memperluas evaluasi kinerja serta menilai dampaknya terhadap perilaku individu, kelompok dan organisasi.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close