People Innovation Excellence

Perilaku Kepemimpinan Destruktif [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Perilaku kepemimpinan destruktif didefinisikan sebagai perilaku yang cenderung berulang dari seorang pemimpin, manajer dan supervisor yang dianggap melanggar kepentingan dan aturan main organisasi dengan merusak dan/atau mensabotase sumber daya, tujuan, tugas dan efetivitas suatu organisasi, yang melemahkan motivasi, dan menciptakan suasana ketidak-puasan pada para bawahannya. Oleh karena itu terdapat tiga kategori kepemimpinan destruktif, yakni: kepemimpinan tirani, kepemimpinan menjerumuskan, dan kepemimpinan pendukung bawahan. Adanya tiga kategori perilaku demikian telah mendorong studi di bidang kepemimpinan yang berkaitan dengan perilaku gangguan, kontraproduktif, dan agresi di tempat kerja. Fenomena perilaku demikian juga telah memberi landasan bagi konsep kepemimpinan, bukan hanya tentang kepemimpinan destruktif saja, akan tetapi juga kepemimpinan konstruktif. Selama ini hanya sedikit dibahas tentang pengembangan teori perilaku kepemimpinan destruktif dan bagaimana potensi dampak negatif dari perilaku tersebut terhadap organisasi, sementara titik berat studi lebih diarahkan pada kepemimpinan konstruktif, efektif atau berhasil. Dengan kata lain, Secara tradisional, studi tentang kepemimpinan lebih berfokus pada faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemimpinan yang efektif, dengan asumsi sederhana bahwa kepemimpinan yang tidak efektif mencerminkan tidak berjalannya fungsi kepemimpinan semata. Namun demikian, penelitian berkenaan dengan aspek-aspek kepemimpinan destruktif mencakup berbagai fenomena perilaku yang berbeda yang tidak terbatas hanya pada perilaku kepemimpinan yang efektif. Temuan terbaru tentang intimidasi di tempat kerja telah mendokumentasikan bahwa beberapa para pekerja telah menjadi sasaran intimidasi atasannya sebagai faktor pengganggu. Temuan lain telah melaporkan bahwa para pekerja telah mengalami intimidasi dari seorang pimpinan selama karir kerja mereka. Dalam hal ini, mereka merasa mengalami intimidasi dari pimpinan di tempat kerja yang dianggap sebagai pengganggu utama. Selain itu, telah terdokumentasi pula adanya sabotase, pencurian, dan korupsi oleh kalangan manajer, meskipun penelitian empirik dalam domain ini masih terbatas. Beberapa pakar manajemen telah berupaya lebih dekat untuk mempelajari karakteristik dan faktor yang terkait dengan kepemimpinan destruktif. Mereka berpendapat bahwa dengan mempelajari “sisi gelap” tentang kepemimpinan, dapat diperoleh pandangan yang lebih akurat tentang aspek-aspek kepemimpinan, yang dapat berkontribusi pada pemahaman umum tentang efektivitas dan pengembangan kepemimpinan. Bahkan para pakar berpendapat, bahwa peristiwa negatif dalam interaksi sosial bisa saja berdampak positif. Oleh karena itu, mencegah dan memahami kepemimpinan destruktif mungkin sama pentingnya dengan meningkatkan aspek konstruktif dari kepemimpinan. Tujuan dari tulisan ini ada dua, yakni: (1) mengusulkan definisi perilaku kepemimpinan destruktif yang terungkap dari temuan di lapangan, dan (2)
mengusulkan suatu model konseptual perilaku kepemimpinan yang menggabungkan gagasan bahwa perilaku kepemimpinan destruktif sekaligus dapat menampilkan sisi perilaku kepemimpinan yang konstruktif. Model pemikiran demikian bertujuan untuk memperluas bidang penelitian perilaku kepemimpinan yang mencakup juga potensi kepemimpinan detruktif. Peneltitian demikian juga akan berkontribusi pada kedua konsep unsur kepemimpinan, yakni perilaku konstruktif dan destruktif sekaligus.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close