People Innovation Excellence

Perilaku Kepemimpinan Destruktif [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Para pakar telah mengusulkan sejumlah konsep yang berada dalam domain kepemimpinan destruktif yang dilakukan terhadap para bawahan. Termasuk didalamnya adalah tentang “supervisor yang berlaku kasar” (Hornstein, 1996; Tepper, 2000), “pemimpin yang membahayakan keselamatan” (Kile, 1990), “pemimpin tiran” (Ashforth, 1994), “pemimpin pengganggu” (Namie & Namie, 2000), “pemimpin menjerumuskan”(Schackleton, 1995), “pemimpin psikopat “(Furnham & Taylor, 2004), dan “pelecehan oleh atasan”(Brodsky, 1976). Begitu juga tindakan destruktif tidak hanya dilakukan terhadap individu semata, akan tetapi suatu tindakan destruktif juga dapat ditujukan terhadap organisasi, misalnya dengan mengejar tujuan lain selain yang telah ditetapkan oleh organisasi, sebagaimana sering dilakukan oleh tipe kepemimpinan yang menjerumuskan. Meskipun terdapat kesamaan diantara konsep-konsep tersebut, para pakar belum mengadopsi suatu definisi umum atau kerangka konseptual yang sama tentang kepemimpinan destruktif. Sementara pengertian “supervisor yang berlaku kasar” didefinisikan sebagai “persepsi bawahan tentang perilaku supervisor yang menunjukkan sikap permusuhan baik secara verbal maupun nonverbal, termasuk juga adanya kontak fisik” ( Tepper, 2000). Hornstein (1996) menjelaskan bahwa perilaku kasar dari seorang pemimpin dilakukan dalam rangka melakukan kontrol terhadap bawahan dengan cara menciptakan ketakutan dan intimidasi”. Ashforth (1994) menggambarkan seorang “pemimpin tiran” adalah sebagai “seseorang yang menggunakan kekuasaan dan kewenangan mereka untuk menyiksa, berlaku semena-mena, dan bahkan mungkin melampiaskan dendam”. Lipman-Blumen (2005) juga menjelaskan tentang “pemimpin beracun” sebagai “pemimpin yang bertindak tanpa integritas dan mencoba menyembunyikan berbagai perilaku tidak terhormat lainnya”, termasuk tindak “korupsi, kemunafikan, sabotase, manipulasi, dan berbagai pelanggaran etik serta tindakan pidana lainnya “. Kellerman (2004) juga menunjukkan bahwa para pemimpin dapat terlibat dalam tindakan korupsi, dengan berbohong, curang dan mencuri, atau menempatkan kepentingan diri mereka diatas kepentingan organisasi. Dengan kata lain, konsep kepemimpinan destruktif secara inklusif melibatkan perilaku destruktif yang ditujukan terhadap dua sasaran, baik terhadap bawahan maupun institusi atau organisasi. Dengan demikian, kepemimpinan destruktif dapat didefinisikan sebagai berikut, yakni: perilaku yang berulang dan sistematik dari seorang pemimpin, manajer, dan supervisor yang melanggar kepentingan sah dari organisasi dengan merusak dan/atau mensabotase, sumber daya, tujuan, tugas, motivasi, kesejahteraan atau kepuasan kerja bawahan sekaligus menghambat efektivitas organisasi. Definisi tersebut meliputi perilaku yang
diarahkan pada dua domain, yaitu perilaku terhadap bawahan dan perilaku terhadap organisasi itu sendiri. Dari definisi tersebut juga terkandung pengertian bahwa para manajer memiliki kesempatan untuk menyalahgunakan kekuasaan baik terhadap anggota organisasi maupun terhadap organisasi itu sendiri. Perilaku kepemimpinan destruktif tidak selalu aktif dan nyata, tetapi juga dapat merupakan perilaku pasif dan tidak langsung. Contoh perilaku pasif yang tidak langsung adalah pimpinan yang gagal melindungi kesejahteraan bawahan, atau mengabaikan risiko kecelakaan pada para pekerja. Atau pemimpin yang tidak peduli untuk memberikan informasi atau umpan balik penting.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close