People Innovation Excellence

Perilaku Kepemimpinan Destruktif [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Disamping merumuskan pengertian yang definitif, agaknya perlu juga diusulkan rumusan tentang model konseptual perilaku kepemimpinan destruktif yang sebangun dengan rumusan definisi tersebut. Dari definisi telah diusulkan dua dimensi terpisah perilaku kepemimpinan destruktif, yaitu perilaku yang diarahkan terhadap bawahan dan perilaku yang diarahkan pada tujuan, tugas dan efektivitas organisasi, dengan asumsi bahwa para pemimpin dapat bertindak destruktif pada satu sisi dan berperilaku konstruktif pada sisi lainnya. Seorang pemimpin pengganggu yang acap melecehkan bawahannya mungkin masih mengindahkan tujuan organisasi, dan tetap fokus pada penyelesaian tugas dan efektivitas organisasi. Demikian juga sebaliknya, seorang pemimpin yang tindakannya bertentangan dengan tujuan organisasi mungkin masih memberikan dukungan terhadap bawahannya. Tentu saja masih banyak pemimpin yang tidak bertindak destruktif di kedua sisi, yaitu pemimpin yang bersikap konstruktif baik terhadap bawahan maupun organisasi. Atau dengan kata lain, mereka yang masih memiliki keprihatinan atas kesejahteraan bawahan mereka, sekaligus masih memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi. Sejalan dengan definisi, pada umumnya model kepemimpinan memiliki dua dimensi dasar: yaitu perilaku yang berorientasi pada bawahan dan perilaku yang berorientasi terhadap organisasi. Dimensi yang berorientasi pada bawahan menggambarkan perilaku kepemimpinan yang bersikap pro dan kontra terhadap bawahan. Sebagaimana telah disinggung pada paparan terdahulu, bahwa perilaku yang kontra terhadap bawahan diantaranya adalah dengan menghilangkan motivasi, kesejahteraan, atau kepuasan kerja bawahan, bahkan mengganggu, melecehkan dan melakukan penganiayaan terhadap bawahan. Sementara pada sisi lain, perilaku pemimpin yang pro-bawahan, adalah perilaku yang mendorong motivasi, kesejahteraan, dan kepuasan kerja bawahan, termasuk melindungi dan mendukung bawahan, misalnya, kesediaan mendengarkan bawahan, memperhatikan hubungan sosial di antara bawahan, memberikan pujian pada saat bawahan mencapai target, serta menunjukkan penghargaan dan rasa hormat. Dimensi kedua menggambarkan perilaku yang berorientasi pada organisasi, yaitu perilaku yang kontra-organisasi dan pro-organisasi. Perilaku yang kontra-organisasi, yaitu perilaku yang melanggar kepentingan sah dari organisasi yang mencakup berbagai perilaku negatif, seperti mencuri milik organisasi, baik berupa materi, uang atau waktu. Selain itu, bekerja menuju tujuan yang bertentangan dengan tujuan umum organisasi, dengan menyimpangkan pencapaian tujuan organisasi dengan
melakukan tindak korupsi dan manipulasi. Sebaliknya, perilaku pro-organisasi merupakan perilaku yang sejalan dengan pemenuhan tujuan organisasi, yaitu dengan menetapkan tujuan yang jelas dan tidak ambigu, membuat atau mendukung keputusan stratejik, dan menerapkan kebijakan perubahan organisasi. Dengan demikian, perilaku pemimpin dapat digambarkan kedalam empat kategori perilaku kepemimpinan, yakni : (1) Perilaku kepemimpinan tiran, yaitu perilaku yang berorientasi pada pro-organisasional namun kontra-bawahan, (2) Perilaku kepemimpinan yang menjerumuskan (keluar rel), yaitu perilaku kepemimpinan yang kontra-organisasional sekaligus juga kontra-bawahan, dan (3) Perilaku kepemimpinan yang bersifat suportif-loyal, yaitu perilaku pro-bawahan, namun kontra-organisasional. Ketiga kategori perilaku pemimpin tersebut diatas mengandung fenomena kepemimpinan destruktif. Sementara pada kategori terakhir adalah perilaku para pemimpin yang bertindak secara konstruktif pada kedua dimensi, yaitu pro-bawahan dan pro-organisasional (perilaku kepemimpinan konstruktif).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close