People Innovation Excellence

Perilaku Kepemimpinan Destruktif [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Perilaku kepemimpinan tiran cenderung melemahkan motivasi, menurunkan kesejahteraan atau kepuasan kerja bawahan, namun masih berperilaku sesuai dengan visi, misi, tujuan, strategi dan tugas organisasi. Namun dalam mencapai tujuan organisasional tersebut, para pemimpin tidak segan-segan mempermalukan, merendahkan, dan memanipulasi bawahan, namun yang penting adalah mendapatkan hasil yang diinginkan. Perilaku kepemimpinan tiran memiliki beberapa fitur yang sama dengan gaya kepemimpinan “otokratik”, dimana para pemimpin memberi penekanan pada penyelesaian tugas. Namun demikian, para pemimpin yang berperilaku destruktif terhadap bawahan belum tentu berperilaku destruktif dalam menjalin perilaku interpersonal lainnya, baik itu terhadap pelanggan, mitra bisnis maupun terhadap manajemen puncak. Para pemimpin jenis ini juga mungkin memiliki keterampilan teknik yang kuat, sehingga para pakar sering menyebut pemimpin tipe ini dengan sebutan “paradoks manajerial tirani”, dengan maksud, bahwa kepemimpinan tirani dapat menghasilkan kinerja yang luar biasa, bahkan diatas penderitaan para bawahan. Para pemimpin tiran dapat mengobarkan ketidakpercayaan dalam tim kerja, dengan menggunakan propaganda dan menciptakan kambing hitam dengan memberikan hukuman yang keras untuk memperingatkan orang lain agar jera. Mengingat pemimpin tiran lebih bersikap konstruktif dalam hal perilaku yang berorientasi pada organisasi, sementara pada bawahan lebih bersikap kontra, maka muncul evaluasi yang berbeda antara pihak bawahan dan atasan terhadap pemimpin tipe ini. Bawahan dapat mempersepsikan perilaku pemimpin jenis ini sebagai pengganggu berat, sementara bagi pihak manajemen puncak bisa saja dianggap sebagai hal yang menguntungkan. Dengan demikian, mereka mungkin saja bisa mentolerir perilaku kepemimpinan tiran, paling tidak dalam periode jangka pendek.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close