People Innovation Excellence

Kepemimpinan Strategik Dalam Organisasi [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Filsafat berasal dari akar kata “philos” , yang berarti cinta , sementara “sophia”, berarti kebijaksanaan atau belajar. Jika para filsuf besar berpikir tentang ide-ide besar tentang hidup dan kehidupan, maka seorang filsuf organisasi mencurahkan banyak fikiran mereka tentang kompleksitas kehidupan dalam
organisasi. Filsuf organisasi adalah para pemimpin yang senang belajar tentang organisasi mereka, terlibat dalam konteks di mana mereka beroperasi, berinteraksi dalam struktur organisasi , baik formal maupun informal, dan mereka mendorong pembelajaran organisasi terus-menerus, sehingga menemukan hakikat kebijakan organisasi. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang bagaimana semuanya bekerja, saling berhubungan dan berinteraksi dalam pola kolektif, sehingga mereka pun pada gilirannya dapat memberi pengaruh terhadap kolektivitas tersebut melalui penggunaan sumber daya dan hubungan kolektivitas antar manusia secara bijak. Organisasi pembelajaran hanya dapat terjadi jika organisasi dan para pelaku yang terlibat didalamnya bersedia menyempatkan diri untuk melakukan tinjauan filosofis tentang apa yang mereka lakukan, mengapa mereka melakukannya , dan apa yang bisa atau harus mereka lakukan . Dengan perkataan lain, suatu keterampilan teknikal adalah darah kehidupan dari sebuah organisasi yang dikelola dengan baik. Adapun filosofi organisasi adalah sumber kehidupan sebuah organisasi yang terpancar dari kebijakan seorang pemimpin. Pemikir strategik adalah filsuf organisasi dan seorang generalis yang berupaya mengatasi keterbatasan keterampilan teknikal tertentu dengan melihat konteks yang lebih luas tentang pekerjaan mereka, sehingga organisasi menjadi lebih bermakna dan bijak. Para pemimpin dengan posisi otoritas formal dan manuver kekuatan pribadi mereka mampu mengabdikan diri sepenuh hati untuk organisasi dengan mengandalkan keterampilan generalis mereka. Oleh karena itu, orang-orang terbaik dalam organisasi harus siap untuk mengerahkan kepemimpinan yang kuat dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang penting, yang selama ini tidak didapat ketika menimba keterampilan teknikal. Pendeknya, seorang pemikir strategik membuat perbedaan konseptual yang jelas antara strategi dan taktik, dan antara pemikiran dengan perencanaan. Mereka mengakui adanya perbedaan yang nyata tentang apa, mengapa, dan bagaimana sesuatu beroperasi secara berbeda.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close