People Innovation Excellence

Kepemimpinan Strategik Dalam Organisasi [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan demikian, perencanaan strategik pada akhirnya akan mengarah pada tugas-tugas manajerial tertentu. Pendeknya, terdapat ketergantungan pada prioritas dan nilai-nilai, tujuan, dan identitas sebagai hal utama yang mendorong pemikiran strategik, adapun pencapaian tujuan dan pengendalian adalah peristiwa yang mendorong perencanaan strategik. Setiap organisasi adalah unik dan jelas dibatasi oleh lingkup dan tujuan, namun pada saat yang sama berada dalam interaksi yang terus-menerus dengan kekuatan luar . Dengan adanya pemikiran strategik, suatu organisasi sebagai entitas dapat diidentifikasi dari waktu ke waktu, disamping melakukan perubahan dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Dewasa ini informasi adalah sumber kehidupan bagi suatu organisasi, sekaligus adalah kunci keberhasilan dalam kegiatan pemikiran strategik. Para pemimpin tidak perlu lagi terlalu membatasi dan mengontrol informasi yang datang, baik dari dalam maupun dari luar organisasi – sebagaimana lazim dilakukan dalam perencanaan strategik – akan tetapi para pemimpin perlu menyadari pentingnya akses gratis dan mudah terhadap informasi. Dengan demikian, tujuan pemikiran strategik perlu dilandasi oleh suatu gagasan bahwa para pemimpin harus berbagi informasi sekaligus menerima informasi dari pihak lain. Jika informasi adalah darah kehidupan organisasi, maka arteri dan vena adalah penghubung arus informasi tersebut. Para pemikir strategik memahami bahwa suatu organisasi merupakan hal yang berbeda dengan sekumpulan individu yang masing-masing bagiannya memiliki pengaruh satu dengan lainnya. Para pemikir strategik memahami bahwa manusia adalah “bagian” dari organisasi dan hubungan antara para pelaku didalamnya merupakan blok bangunan penting dari organisasi yang fleksibel dan berkelanjutan. Jika informasi tersedia secara bebas, maka penilaian yang jujur dapat dilakukan dan ketertiban dapat dipertahankan. Bagi para pemimpin yang benar-benar berpikir secara strategik, mereka sangat membutuhkan suatu lingkungan yang ditandai oleh adanya saling kepercayaan, dimana kualitas hubungan dan interaksi antarpribadi berjalan kompak dan bersatu. Tersedianya budaya demikian, baik bagi pemimpin maupun pengikut, masing-masing dengan bebas akan mempercayai maksud, tujuan dan tindakan mereka dan pada gilirannya adalah mempercayai tujuan organisasi. Budaya sebagai katalis alami sekaligus juga sebagai hasil pemikiran strategik, merupakan kunci untuk memecahkan masalah organisasi dan menciptakan organisasi baru yang dapat mengatasi kompleksitas organisasi saat ini.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close