People Innovation Excellence

Etika dan Teknostres Dalam Perilaku Organisasi Masa Kini (Bagian 10)

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan perkataan lain, keputusan para pemimpin akan  mempengaruhi organisasi  secara internal dan eksternal. Itulah sebabnya banyak organisasi telah mengembangkan dan mengadopsi kode etik bagi semua para pekerja untuk mengikuti , terutama bagi level manajer , agar mengikuti pelatihan wajib tahunan dalam bidang ini. Semakin disadari oleh para pelaku bisnis, bahwa keputusan berwawasan  etikal  akan semakin memainkan peran yang sangat penting dalam suatu organisasi masa depan. Etika adalah konsep tentang perilaku baik dan buruk, atau benar dan salah. Perilaku etik dapat  diatur oleh negara dan wilayah hukum setempat. Hal ini penting bagi suatu organisasi untuk mempromosikan pilihan moral yang baik dan melakukan segala daya untuk mencegah perilaku yang tidak etik di tempat kerja. Namun, ketika para pengambil keputusan tengah  berusaha menuju keputusan dan tindakan yang bertanggung jawab secara moral, mereka sering dihadapkan dengan banyak hambatan. Yang paling utama dan paling penting  adalah adanya varietas luas yang harus diakomodir berkenaan dengan norma-norma moral dan nilai-nilai di antara orang-orang yang terlibat. Berdasarkan pengalaman, penilaian tentang benar dan salah didasarkan pada banyak teori, misalnya teori tentang deontologis, teleologis,  dan  orientasi nilai, yang kadang-kadang saling bertentangan. Dalam kenyataannya, sering muncul masalah potensial   tentang  keputusan yang didasarkan pada norma-norma dan nilai-nilai , khususnya  ketika terdapat beberapa orang yang harus memberikan penilaian tentang suatu keputusan dan tindakan. Bahkan ketika semua  orang yang yang terlibat  memiliki kaidah moral dan nilai-nilai yang sama , seringkali sulit untuk menentukan  keputusan  yang adil dan bertanggung jawab dalam situasi tertentu. Dilema moral seringkali  tidak selalu dihadapkan pada bagaimana membuat pilihan antara benar dan salah , akan tetapi juga tentang  antara yang benar dan yang benar atau yang salah dan yang salah. Misalnya ketika seorang manajer  harus berurusan dengan kerugian finansial yang besar, terdapat berbagai pilihan  antara  merumahkan sebagian para pekerja yang loyal , mengurangi gaji semua para pekerja, atau memaksa pelanggan untuk membeli produk barang dengan harga yang  tinggi. Cara terbaik untuk menghadapi dilema seperti ini  adalah  mendamaikan semua nilai yang berbeda, yaitu dengan tetap  ” meraih keuntungan ” , ” tidak merugikan para pekerja ” , ” tidak mengurangi gaji ” dan “tidak memanipulasi  para pelanggan ” , dan tentunya hal ini  lebih mudah untuk dikatakan daripada dipraktekkan. Dengan demikian, berurusan dengan dilema moral adalah bidang etika yang disebut dengan etika terapan. Dalam bidang ini, maka fokusnya adalah pada keputusan atau tindakan nyata dimana  keadaan dan situasi tertentu akan memainkan peran penting dalam proses menentukan pilihan keputusan terbaik. Apa yang dievaluasi sebagai adil  dalam satu situasi dapat dinilai sebagai tidak adil dalam situasi yang lain. Misalnya mengurangi  pendapatan seseorang  mungkin dianggap sebagai  tidak adil ketika tidak ada penyebab khusus, namun  dalam situasi perundingan dan pembahasan yang kooperatif-konstruktif  seorang pekerja mungkin saja mengakui secara jujur bahwa selama ini dia kurang menunjukkan dedikasi, sehingga dilakukannya penurunan proporsional terhadap pendapatannya akan dirasakan adil dalam pandangan hampir semua orang . Dengan demikian terdapat  pilihan terbuka untuk mengambil keputusan, yang turut ditentukan  oleh konteks  seperti faktor hukum , sumber daya yang tersedia ,  pedoman resmi untuk pengambilan keputusan, yang kesemuanya perlu dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Kendala lain untuk memperjuangkan tindakan yang bertanggung jawab adalah adanya faktor keterbatasan informasi  yang tersedia dan membawa  konsekuensi terhadap suatu keputusan.  Konsekuensi ini merupakan faktor yang  sangat penting dalam menilai apakah keputusan itu benar atau salah.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close