People Innovation Excellence

Manajemen Bisnis dan Budaya Organisasi [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan demikian, praktek, prinsip, kebijakan dan nilai-nilai organisasional akan membentuk budayanya sendiri. Budaya organisasi akan menentukan cara para pekerja berperilaku di antara mereka sendiri serta terhadap orang-orang di luar organisasi. Oleh karena itu,  sangat diperlukan untuk memahami berbagai jenis tipologi budaya organisasi, yang diantaranya adalah:

  • Budaya Normatif:  Dalam budaya seperti ini, norma, prosedur dan aturan organisasi yang telah ditetapkan  sesuai dengan pedoman yang ada. Para pekerja diharapkan berperilaku dengan cara yang ideal dan ketat mematuhi kebijakan organisasi. Tidak ada para pekerja yang berani melanggar aturan dan  kebijakan yang telah ditetapkan;
  • Budaya Pragmatik:  Kepuasan pelanggan adalah motif utama dari para pekerja dalam budaya pragmatik. Organisasi dengan budaya demikian, akan memperlakukan pelanggan mereka sebagai dewa yang tidak terikat oleh aturan yang ditetapkan. Setiap pekerja akan  berusaha keras untuk memuaskan pelanggannya untuk mendapatkan hasil  bisnis yang maksimal;
  • Budaya akademik: Dalam budaya jenis ini, organisasi akan mengikuti budaya akademik yang diterapkan dari sumber individu yang memiliki keahlian akademik. Peran dan tanggung jawab  didelegasikan sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja mereka. Organisasi akan mengikuti budaya akademik yang sangat khusus melalui pelatihan yang ada. Mereka memiliki keyakinan bahwa berbagai program pelatihan yang sedang dilakukan di tempat kerja dapat mengasah keterampilan para pekerja. Dalam hal ini manajemen akan membuat upaya yang serius  untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi profesional para pekerja. Para pekerja dalam budaya akademik dapat menimba pngetahuan dari organisasi dalam durasi yang lebih lama dan merekapun berkembang di dalamnya. Banyak dari lembaga-lembaga pendidikan, perguruan tinggi, rumah sakit yang mempraktekkan budaya seperti itu;
  • Budaya tim baseball: Suatu budaya tim baseball akan  menganggap para pekerja sebagai harta paling berharga dari organisasi. Para pekerja adalah aset sebenarnya dari organisasi yang memiliki peran utama untuk melaksanakan fungsi dengan sukses. Dalam budaya seperti ini, individu selalu memiliki keistimewaan dan mereka jarang mempersoalkan tentang organisasi mereka. Banyak dari biro periklanan, konsultan manajemen dan lembaga keuangan mengikuti budaya tersebut;
  •  Budaya Klub: Organisasi yang mengikuti budaya klub akan merekrut para pekerja dengan sangat khusus. Masing-masing individu akan dipekerjakan sesuai dengan spesialisasi, kualifikasi pendidikan dan kepentingan mereka. Masing-masing akan melakukan apa yang mereka anggap terbaik. Para pekerja yang potensial akan dipromosikan sesuai dengan prestasi mereka dan sistim penilaian yang diberlakukan dalam budaya tersebut;
  • Budaya Tembok: Terdapat organisasi tertentu dimana para pekerjanya tidak begitu yakin tentang karir dan masa depan mereka. Para pekerja akan mudah diberhentikan jika organisasi tidak berkinerja baik. Individulah  yang paling menderita pada saat organisasi tengah mengalami kebingungan. Institusi para pialang saham biasanya akan  mengikuti budaya tersebut;
  •  Budaya Tangguh: Dalam budaya tangguh, masukan dari para pekerja adalah sangat penting. Kinerja dari para pekerja akan ditinjau dari waktu ke waktu dan pekerjaan mereka akan benar-benar dipantau. Manajer tim yang ditunjuk akan membahas persoalan bersama dengan anggota tim kerja dan membimbing mereka bila diperlukan. Para pekerja berada dibawah pengawasan konstan dalam budaya tersebut; dan
  • Budaya Proses: Semua para pekerja dalam budaya ini akan  mematuhi proses dan prosedur organisasi.  Masukan dan penilaian kinerja tidak terlalu penting dalam organisasi tersebut. Para pekerja akan mematuhi  peraturan dan akan bekerja sesuai dengan ideologi yang berlaku dari tempat kerja. Hampir semua organisasi pemerintahan mengikuti budaya tersebut.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close