People Innovation Excellence

Tren Kepemimpinan Sektor Publik [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Para  pimpinan dan pengambil kebijakan  harus belajar bagaimana memimpin  proses perubahan di luar lingkup kontrol formal mereka. Dalam model pemerintahan tradisional,  negara memegang kendali anggaran  dan pengambilan keputusan. Dalam pembangunan masyarakat dewasa ini, peran negara kian berkurang, sementara peran swasta didorong untuk lebih kompetitif. Dalam situasi seperti ini diperlukan pola kepemimpinan masyarakat yang lebih radikal, khususnya di garis depan pelayanan publik seperti dalam sektor kesehatan masyarakat.  Implikasinya diperlukan perubahan kontekstual tentang kebijakan dan praktek  pemerintahan yang mendalam berkenaan masyarakat lokal, disamping dibutuhkan perubahan pola pikir revolusi Copernican dalam cara berfikir menghadapi jaringan global  masyarakat baru. Artinya, dibutuhkan kehadiran kepemimpinan dan pemerintahan  publik pola baru  yang seyogyanya muncul di tingkat lokal.  Banyak organisasi publik yang telah merintis upaya baru ini kedepan, dengan melakukan pendekatan sebagai berikut:

  • Otoritas publik semakin melihat peran mereka sebagai pembantu untuk mengembangkan  warga negara dan masyarakat  dengan memberikan  pelayanan terbaik;
  • Konsekuensinya para pemegang otoritas publik harus melihat ke bawah ke tingkat akar rumput, tidak lagi berorientasi vertikal;
  • Melihat ke bawah berarti fokus pada apa hasil praktis yang ingin dicapai dan bermanfaat bagi  publik;
  • Karenanya perlu melibatkan masyarakat pada dialog ruang publik  tentang apa nilai-nilai umum yang paling diharapkan, untuk menyeimbangkan nilai yang paling diinginkan oleh generasi saat ini, yang mungkin saja bisa bertentangan dengan kepentingan publik jangka panjang pada generasi mendatang;
  • Melibatkan organisasi lain di sektor swasta, LSM dan perguruan tinggi untuk mengatasi masalah lintas sektoral yang  kompleks yang dihadapi warga masyarakat, dan bagaimana komitmen mereka, agar staf dan sumber daya mereka dapat  dimobilisasi dalam  pencapaian  tatanan nilai publik yang sudah disepakati;
  • Melihat kembali ke internal organisasi guna menyelaraskan semua kegiatan, dengan mengidentifikasi kegiatan internal  yang  dapat  mendukung tatanan nilai publik dengan memperkuat kegiatan tersebut, dan menselaraskannya dengan tatanan nilai publik baru yang telah disepakati; dan
  • Menjalin tata  hubungan  antara pemerintah di tingkat pusat dengan pemerintah  di daerah untuk pelayanan publik, disamping melibatkan masyarakat lokal untuk mencari solusi dan  kebutuhan lokal, misalnya termasuk masalah kesehatan.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close