People Innovation Excellence
 

Kepemimpinan Politik Berkelas [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Situasi dan kondisi seperti itu, tentu saja merupakan makanan empuk bagi para pemuja Orde Baru. Mereka menanti kiprah insan-insan politisi era reformasi ke gerbang kehancuran. Masyarakat awam akan menilai mereka sebagai politisi gagal dan bahkan kurang berkelas ketimbang figur-figur kepemimpinan atau para politisi masa lalu yang masih tersisa. Wajar kiranya jika “zaman normal pembangunan lepas landas” kembali menjadi bahan perbincangan masyarakat di berbagai kalangan dan dimimpikan segera datang “Ratu Adil” untuk memulihkan kelelahan dan mengusir kecemasan. Menunggu perbaikan kesejahteraan yang tak pernah kunjung datang, terkecuali hanya pada segelintir orang di pentas perpolitikan yang mendemonstrasikan gaya hidup mewah dan glamour di tengah membengkaknya pengangguran, menurunnya indeks pembangunan kemanusiaan, dan tingkat inflasi yang relatif tinggi, yang kesemuanya akan menurunkan harkat dan martabat masyarakat, bangsa, dan negara.

Terlalu menyalahkan para politisi sekarang sebagai biang keladi dari kegagalan bergulirnya arus reformasi, tentunya bukanlah merupakan tindakan yang arif dan bijaksana, karena perilaku mereka yang egoistis seperti itu pun sesungguhnya lahir akibat rekayasa psikososial masa lalu. Yang penting, perlu dilakukan langkah bersama menjelang PEMILU 2014 mendatang untuk menyamakan dan meluruskan persepsi para politisi berikut organisasi politik yang menaunginya, agar mulai berbenah diri dan saling berintrospeksi, untuk menata kembali jati diri tatanan perilaku individual maupun kepribadian kolektifnya. Hal ini penting dipertimbangkan, sebelum kekecewaan rakyat memuncak dan membludak dengan menolak semena-mena kehadiran kaum politisi ini selaku Presiden pilihan yang paling didambakan, dan malahan tanpa daya menyandarkan kembali pundaknya pada komunitas paham otoritarian, yang tengah menunggu momentum yang tepat bagi come-back nya paham mereka keharibaan zaman dari topeng kosmetika psikologikalnya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close