People Innovation Excellence
 

The Era of Self Management [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam suatu organisasi  yang beroperasi pada lingkungan yang dinamik dan tak terduga, para pekerja tidak dapat lagi diperlakukan seperti robot dan organisasi tidak dapat dipandang sebagai mesin.  Manajemen kinerja tradisional memang mudah menjadi obat untuk berbagai penyakit organisasi, namun dengan efek samping yang sangat serius  ketimbang manfaat yang diperolehnya. Boleh jadi dengan hal itu diperoleh kunci kendali, meskipun hal tersebut mungkin hanya sekedar ilusi belaka. Artinya, apakah dengan deskripsi pekerjaan yang  rinci  benar-benar dapat dipastikan bahwa bakat, kompetensi dan sumber daya sepenuhnya dapat dimanfaatkan? Apakah  prosedur manual dapat mencakup setiap situasi yang mungkin dapat terjadi?  Manajemen tradisional tentu memberi aspek pengendalian, akan tetapi apakah hal tersebut benar-benar memberi kinerja terbaik? Tujuan utama dari para manajer bukanlah “mengelola kinerja”, tujuan utama mereka adalah bagaimana menciptakan kinerja berkelanjutan terbaik sesuai dengan tuntutan keadaan. Lalu apa yang bisa kita lakukan jika kita tidak bisa “mengatur” kinerja? Tentu tidak perlu khawatir, masih ada pekerjaan besar dan penting untuk dilakukan, akan  tetapi hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berbeda dan membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda pula.  Hal tersebut adalah tentang strategi menciptakan kondisi yang diperlukan bagi kinerja terbaik dengan menyediakan tempat (ekosistem) agar bisnis dapat berkembang, sehingga kita dapat menanam bunga yang tumbuh dengan indah di atasnya. Kita perlu untuk membuat kerangka kerja  baru dan berbeda bagi para pekerja atau tim kerja dalam melakukan aktivitas kerja, dengan batas-batas yang berbeda yang lebih luas tetapi dengan permainan dan aturan baru. Hal ini memerlukan sesuatu yang baru, atau  membongkar sesuatu yang lama, dimana seluruh aspek  bekerja  untuk mendukung kinerja yang hebat.  Terdapat implikasi yang signifikan tentang  bagaimana kita mendefinisikan kinerja dan menetapkan target, bagaimana kita memperkirakan, bagaimana kita mengalokasikan sumber daya dan bagaimana kita mengevaluasi dan memberikan imbalan terhadap kinerja. Kita perlu memahami apa artinya menjadi organisasi yang berorientasi pada manusia sebagai pelaku, sehingga dapat mengatasi lingkungan bisnis yang dinamik yang penuh dengan  ketidakpastian, penuh  dengan turbulensi dan perubahan konstan sebagai asumsi utamanya. Dengan demikian, kita perlu mengurangi intervensi untuk melakukan pengelolaan yang konstan. Kerangka baru tersebut adalah mengurangi intervensi manajemen, dengan menerapkan model  self-management sebaik mungkin. Tentu saja  self-regulation bukanlah  tujuan dalam diri pekerja itu sendiri, namun cara tersebut adalah cara lain untuk mendapatkan kinerja terbaik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close