People Innovation Excellence
 

The Era of Self Management [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam salah satu edisi editorialnya  Wall Street Journal (WSJ) pernah menyajikan sebuah artikel provokatif yang berjudul,“The End of Management.”  Tentu saja artikel ini telah mengundang diskusi dan polemik yang cukup panas dan panjang, dengan mengatakan bahwa “kebanyakan teori manajemen  telah dikembangkan dari teori sekitar 100 tahun yang lalu dan didasarkan pada model manufaktur atau pabrik dimana faktor efisiensi telah menjadi kepedulian utama.  Model pabrik ini dianggap sudah usang dan sesuatu yang baru mendesak diperlukan. Dengan mengutip pendapat pakar manajemen terkemuka Gary Hamel, dalam artikel ini ditulis “pekerjaan manajemen tidak akan lagi dilakukan oleh para manajer, sehingga pada gilirannya porsi manajer akan bergeser ke pinggir  dan digantikan oleh sebuah sistem. Pada masa lalu, banyak pekerjaan manajer  merupakan  mata dan telinga dari para eksekutif yang duduk di atas tahta birokrasi piramida. Namun, sejalan dengan pesatnya laju teknologi informasi modern, maka kebutuhan akan  manajer terutama manajer menengah, akan terus menurun secara signifikan.  WSJ  menulis  bahwa para manajer  harus lebih  fleksibel, gesit, mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan bersedia untuk mengalokasikan sumber daya untuk mengambil keuntungan dari peluang baru. Dengan kata lain, mereka akan lebih dituntut untuk bersikap sebagai  wirausahawan dan bukan sebagai birokrat. Pendeknya, dalam tulisan  Alan Murray yang dimuat pada tanggal 21 Agustus 2010 pada WSJ tersebut berpendapat, bahwa metode kerja yang selama ini  telah melayani perusahaan Amerika Serikat dengan baik selama seratus tahun terakhir dengan cepat telah menjadi usang. Intinya  Murray mencoba mengingatkan pembaca, bahwa tantangan abad ke 21 tidak cukup lagi dapat dipenuhi oleh metode manajemen yang dikembangkan selama era industri dan bahwa situasi ini semakin buruk dari waktu ke waktu. Disamping itu, para manajer juga perlu mengetahui dan memahami  tentang  kemampuan inti dari organisasi di tempat mereka berada. Dalam hal kemampuan inti ini, suatu argumen dapat dikemukakan  tentang adanya faktor  pull economics,  dimana faktor pull economics tradisional  didasarkan pada produksi masal dengan  produk dan pelayanan jasa standar. Sebaliknya faktor  pull economics  saat ini lebih  didasarkan pada produk individual dan pelayanan jasa yang diberikan terhadap permintaan pasar spesifik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close