People Innovation Excellence

Pendidikan Berbasis Kolektif-Komunal [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Fokus pada kompetensi tersebut lazimnya dibangun melalui program pelatihan dan magam, namun bukan di lingkungan pendidikan formal seperti di sekolah atau di kampus. Dalam komunitas pendidikan formal, bangsa Barat tetap konsisten dengan aktualisasi program dari sistem pendidikannya yang berbasis individualistik, terutama di negara-negara G7, terkecuali Jepang yang nyatanya sukses mengombinasikan talenta individualistik tanpa kehilangan  budaya kolektif-komunal bangsanya. Negara-negara Barat secara empirik telah terbukti mampu menggelindingkan kemajuan teknologi, kemakmuran ekonomi, kesejahteraan sosial, berikut hegemoni peradabannya di seantero penjuru dunia. Oleh karena itu, bila kita menjumpai kurikulum berikut atmosfir sekolah dan kampus di negara-negara Barat yang sangat membanggakan sekaligus mementingkan pengajaran kesusastraan selaku stimulus penting dalam menggulirkan pengembaraan individualistik seseorang agar melayang hinggap di awan kreativitas, dan akhirnya mengantar kesadaran masyarakat, bangsa, dan  negara-negara tersebut menjadi pembaca buku yang teramat adiktif dan rakus. Keterpukauan kita pada kesuksesan negara-negara Barat dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, terkadang menggiring tumbuh kembangnya inferioritas terselubung dibalik motivasi peniruan gaya hidup (life style) mereka secara membabi buta, tanpa menimbang adanya perbedaan nuansa budaya antara alam kehidupan di Indonesia dan di negara-negara Barat yang sudah melekat dan turun-temurun. Dalam konteks demikian, acapkali dijumpai fenomena pendidikan yang menggelikan juga menggelisahkan, antara lain tatkala siswa Sekolah Dasar (bahkan TK atau pra-sekolah) di kota-kota besar di tanah air diajari oleh pihak sekolah maupun orangtuanya untuk berbahasa Inggris. Padahal keterampilan berbahasa Indonesia mereka masih sangat terbatas. Rupanya anak Melayu, yang berkulit sawo matang, bermata hitam, hendak “disulap: menjadi anak kulit putih, bermata biru yang menyiratkan pamor simbol sukses masa depan”.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close