People Innovation Excellence

Quantum Leadership [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kepemimpinan quantum dapat  menginduksi potensi manusia, dan mengarahkan semua orang untuk menetapkan target bersama. Kepemimpinan quantum terhubung dengan kompleksitas, yang bertujuan untuk mempelajari dan menggunakan seluruh kemampuan  potensial yang ada, sehingga suatu ketidakpastian akan menghasilkan potensi kreatif.  Sebagaimana halnya teori “gestalt”, teori quantum berpandangan bahwa jumlah keseluruhan lebih besar dari bagian. Di dunia ini, keseluruhan memiliki sifat dan potensi yang lebih ketimbang masing-masing bagian. Potensi setiap individu dalam suatu organisasi memberikan kontribusi terhadap kepemimpinan. Sehingga, kepemimpinan quantum dapat menghasilkan energi yang lebih besar ketimbang kontribusi dari masing-masing individu. Kepemimpinan quantum dapat mengevaluasi konflik sebagai sumber kreativitas, sehingga konflik dapat diterima untuk kepentingan kreativitas. Dengan adanya pembagian dan sintesis energi secara simultan, struktur dinamis dapat dibangun. Dengan kata lain, kepemimpinan bukanlah hanya sekedar otoritas hirarkis dan pengendalian dari atas ke bawah, lebih dari itu kepemimpinan quantum adalah pengembang dan konstruktor kerja non linieritas dalam situasi ketidakpastian. Kepemimpinan quantum mampu mentolerir  suatu ketidakpastian dan kekacauan, dan dapat menciptakan struktur dan pengorganisasian yang fleksibel. Dalam sistem yang kacau, struktur organisasi lama justru tengah siap untuk berubah menjadi struktur organisasi yang lain, hal ini merupakan alasan mengapa pemimpin quantum selalu siap untuk mengadopsi setiap  perubahan. Artinya, berpikir  quantum, dapat menghasilkan organisasi terbarukan. Berpikir quantum terletak diantara kekacauan dan ketertiban. Adanya ketidakpastian dapat menghasilkan celah baru untuk mengembangkan suatu cara berpikir baru, baik bagi kepemimpinan maupun bagi masing-masing individu dalam organisasi. Di daerah baru dan di semua bagian tanpa batas, terjalin hubungan dan komunikasi antar bagian-bagian yang menjadi identitas keseluruhan. Dalam hal ini terjalin relasional kontekstual, dimana suatu kerjasama dilakukan dalam batas-batas ketidakpastian. Pada titik ini, seseorang mungkin akan bertanya: ke arah mana prinsip-prinsip ketidakpastian akan membawa kita?


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close