People Innovation Excellence
 

Mencermati Penyimpangan Perilaku Masyarakat Indonesia [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Teori psikoanalitik, yang dikembangkan  oleh Sigmund Freud, menyatakan bahwa semua manusia memiliki dorongan (drive) alami  sekaligus  dorongan yang ditekan di bawah sadar. Selain itu menurut Freud, semua manusia memiliki kecenderungan perilaku yang menyimpang. Namun kecenderungan ini dicoba dikekang ketika mereka harus menjalani  proses sosialisasi di masyarakat. Seorang anak yang sulit dalam melewati proses sosialisasi, boleh jadi perkembangan kepribadian selanjutnya akan mengalami gangguan kepribadian yang secara potensial dapat mendorong impuls antisosial baik ke dalam maupun  ke luar. Mereka yang mengarahkan impulsnya ke dalam dapat menjadi neurotik, sementara mereka yang mengarahkan impulsnya  ke luar, bisa dengan  melanggar norma atau aturan sosial. Menurut pakar psikologi Sarlito Wirawan Sarwono, tidak semua pelaku  anti sosial atau pelaku penyimpangan sosial yang sering disebut psikopat selalu berpenampilan menyeramkan seperti dalam film horor. Inti dari psikopat sebetulnya bukan perilaku horornya. Melainkan perilaku yang melawan norma-norma sosial, tanpa si pelaku merasakan bahwa dia sudah melakukan kesalahan. Karena itu, psikopat selalu merugikan orang lain dan karena itulah dinamai anti sosial, tetapi tidak pernah menyesali perbuatannya. Ia melakukan perbuatan yang merugikan orang lain itu berkali-kali tanpa merasa bersalah, bahkan buat orang yang belum kenal dengannya, seorang psikopat bisa terkesan sebagai orang yang baik hati, halus tutur katanya, banyak senyum, luwes, pandai bergaul dan sebagainya. Termasuk juga psikopat tipe horor, dalam penampilannya sehari-hari bisa sangat baik, seperti malaikat dari surga. Jadi psikopat yang non-horor lebih tidak nyata lagi ke-anti sosialan-nya. Mereka bisa ibu rumah tangga,  dosen, ustad, ketua RT, gubernur  atau pengacara. Bisa orang besar yang terkenal atau orang biasa saja. Bahkan bisa juga teman atau keluarga sendiri. Tetapi selalu ada sifatnya yang anti sosial, yang merugikan orang lain, seperti berkali-kali meminjam uang tetapi tidak pernah mengembalikannya, atau membawa lari uang arisan, atau menipu kawannya sendiri, atau bolak-balik menggauli anak orang sampai hamil, menikah siri dengan iming-iming uang dan materi tetapi tidak pernah dipenuhi, dan seterusnya. Semua itu dilakukanya tanpa rasa bersalah. Bahkan tanpa malu-malu dia tampil di ruang publik, padahal semua orang sudah tahu belang-nya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close