People Innovation Excellence

Mencermati Penyimpangan Perilaku Masyarakat Indonesia [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam dimensi sosial, adanya tuntutan kehidupan seseorang yang bertentangan dengan adat, norma dan tradisi, dapat menimbulkan  perilaku sosial  antagonis yang bisa memicu konflik sosial. Terdapat dua bentuk konflik yang dapat dibedakan, yaitu konflik terbuka dan konflik terselubung. Konflik terbuka seperti yang sering terjadi di antara kelompok-kelompok perjuangan. Misalnya suatu bangsa atau negara berjuang melawan satu sama lain dengan metode perang yang dirancang oleh masing-masing pihak untuk saling menghancurkan. Gerakan revolusioner, kerusuhan, pemogokan, merupakan contoh konflik terbuka. Namun banyak pula adanya konflik terbuka sebagai akibat dari adanya konflik terselubung yang berakumulasi, sehingga pecah menjadi konflik horisontal, seperti terjadi pada berbagai kasus berbau SARA yang terjadi di Indonesia, seperti kasus sampang, ambon, ahmadiyah, dan yang tengah hangat dewasa ini adalah memanasnya suhu konflik antara golongan syiah dan golongan sunni. Dewasa ini konflik terselubung jauh lebih universal daripada bentuk terbuka. Konflik terselubung jauh lebih  kompleks dan menarik, sebagai contoh banyak orang yang mengalami kekalahan dalam pemilihan umum legislatif baru-baru ini yang ingin melampiaskan kekecewaannya dengan kemarahan. Sebagian dari mereka, malah mendatangi kantor KPU, bisa saja diantaranya karena akalnya sudah buntu ingin melakukan kerusakan di kantor KPU, dengan menggenggam sebuah tongkat untuk dihantamkan ke kaca jendela kantor tersebut. Namun mereka bisa saja mengurungkan niatnya, karena kehadiran sejumlah aparat kepolisian yang  menahan niatnya. Dalam bentuk konflik terbuka, orang tersebut mungkin akan langsung menghantamkan tongkat ke kaca jendela KPU; namun dalam konflik terselubung dia akan menunda reaksi amarahnya, atau merencanakan dalam hatinya untuk melakukan tindakan pada kesempatan lain. Konflik terselubung juga dapat terjadi, ketika seorang dokter misalnya, yang membiarkan seseorang meninggal dunia dibawah perawatannya  yang tidak membawa kesalahan apapun pada dirinya sendiri. Namun secara internal dokter tersebut bisa saja mengalami konflik antagonisme dalam dirinya, akibat dari “rasa bersalah” karena kelalainnya, rasa kemanusiaan dan sikap profesional yang telah terkondisi secara sosial, termasuk tuntutan hati nuraninya. Dalam hal ini,  sekali lagi konflik bukanlah suatu yang terbuka, dan bukan sesuatu perjuangan terbuka dalam kaitannya  dengan orang lain atau tentang  sebuah obyek yang diinginkannya. Yang terjadi adalah bagaimana meredakan konflik yang berkecamuk dalam dirinya, sebagai konflik antagonisme, sehingga menjadi semacam “konflik batin” dalam diri individu itu sendiri. Konflik sosial terselubung dapat muncul sebagai bentuk reaksi antagonis. Dalam kasus psikopatologi misalnya, individu dapat memunculkan alter  ego antagonis, bukan dalam konteks kaitan antara satu orang dengan orang lainnya, akan tetapi terjadi dalam diri orang itu sendiri, dan hal ini dapat berdampak pada masalah penyesuaian antara individu tersebut dengan masyarakat.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close