People Innovation Excellence

Mencermati Penyimpangan Perilaku Masyarakat Indonesia [Bagian 7]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Hal demikian dapat pula terjadi dalam fenomena sosial, dengan  menggabungkan pola mekanisme konflik serupa kedalam wawasan kelompok. Dengan  demikian terjadi banyak represi, rasionalisasi, dan proyeksi kolektif. Represi merupakan bentuk upaya pelarian dari seseorang dengan melakukan suatu penekanan terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan norma-norma dan realitas. Kerumitannya bila pola rekasi represi ini sering dilakukan, dan bila emosi dari adanya konflik antagonistik terselubung tidak bisa terus-menerus ditekan, dan emosi tersebut dapat ditekan sejenak namun akan muncul disaat yang lain dalam berbagai bentuk ekspresinya. Rasionalisasi adalah suatu mekanisme untuk melakukan pembenaran dengan argumen dan alasan palsu untuk menutupi fakta atau mendistorsi realitas yang sebenarnya yang dianggap dapat menyakitkan dan mempermalukan. Sedangkan proyeksi adalah merupakan mekanisme pengalihan kekurangan atau aspek-aspek negatif yang ada pada diri atau kelompoknya terhadap individu atau kelompok lain, sehingga fakta dan realitas yang sesungguhnya dapat ditutupi. Mekanisme seperti ini sering digunakan oleh para politikus kita sebagaimana sering terlihat dalam arena perdebatan di televisi atau percakapan yang terjadi di berbagai media sosial. Seringkali secara tidak disadari, mereka sebetulnya ingin memecahkan kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi, namun sebaliknya malah merusak kredibilitasnya sendiri. Yang sering menjadi korban adalah masyarakat luas karena dihinggapi rasa frustrasi yang tiada habisnya akibat situasi yang semakin menekan, dari tidak adanya kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, dan antara romantika dan dialektika dari tokoh-tokoh yang seharusnya dijadikan panutannya. Mereka dapat dihinggapi rasa tidak berdaya, rasa tidak setuju, rasa tidak sesuai yang kesemuanya menghambat pemuasan aspirasinya, sehingga mereka cenderung menjadi apatis atau bahkan melakukan perilaku agresi yang kadang over-eksplosif. Perasaan yang kompleks demikian diperberat oleh  adanya kesadaran akan ketidak pastian dan kecemasan akan hari depan yang tidak menjadi lebih baik. Frustrasi yang berakumulasi dapat meningkatkan ketegangan, dan kondisi ketegangan ini akan mengarah pada pilihan pola-pola penyesuaian diri ke arah yang keliru, sehingga seseorang dapat menentukan pilihan hidupnya pada jalan yang melanggar aturan dan bahkan melakukan tindak kejahatan atau perbuatan kriminal, akibat rasa frustrasi yang berkecamuk. Adanya pola perilaku pelarian dari sebagian anggota masyarakat mungkin masih bisa ditolerir, akan tetapi jika pola pelarian itu terbentuk menjadi kebiasaan, maka akan menimbulkan penyakit sosial yang kronik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close