People Innovation Excellence

Pentingnya Sekolah Berbasis Manajemen – Kewirausahaan [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Alberti, Sciascia,& Poli ( 2004) , Eman ( 2008) dan Heflin ( 2011) menyatakan bahwa wirausahawan adalah orang-orang yang mengatur, mengelola, dan berani menanggung resiko dalam menciptakan organisasi dan peluang bisnis baru. Sedangkan Zimmerer & Scarborough (2005) melihat wirausahawan sebagai manajer dan sekaligus eksekutif. Menurut Dion (2008), beberapa orang yang non-wirausahawan adakalanya tanpa disadari memiliki karakteristik wirausahawan, yang dapat menginspirasi praktek untuk mencapai prestasi dan tujuan organisasi. Kemudian Eddy (2009) dan Hoe (2005) mendefinisikan wirausahawan sebagai koordinator dan pengendali dalam proses produksi, dan mereka adalah agen keempat dalam faktor produksi lainnya (tanah, modal dan tenaga kerja). Schumpeter (1934) mendefinisikan entrepreneur sebagai inovator kreatif, sebagai wirausahawan yang berani untuk melakukan reformasi atau perubahan pada kualitas produk, menciptakan metode produksi baru, membuka pasar baru, serta memperoleh sumber-sumber pasokan baru atau membentuk organisasi baru. Pandangan tersebut  mirip dengan pendapat Peter Drucker bahwa wirausahawan adalah seseorang yang bersedia untuk melakukan sesuatu yang baru, berani mengambil risiko, tidak mudah menyerah, gemar akan tantangan, bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat, kreatif dan dapat mengelola bisnis .

Para administrator sekolah yang mengadopsi praktik wirausahawan sukses akan dapat mencapai dan menciptakan sekolah yang efektif , seperti yang disebutkan oleh Zimmerer & Scarborough (2005) tentang sikap dan perilaku wirausahawan sukses, yaitu: (i) tekad untuk mencurahkan seluruh perhatiannya pada upaya-upaya tertentu, (ii) memiliki rasa tanggung jawab yang baik dalam mengendalikan penggunaan sumber daya serta pengendalian diri dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bisnisnya  sukses, (iii) selalu termotivasi untuk menemukan peluang, (iv) tahan terhadap risiko dan ketidakpastian, (v) memiliki kepercayaan diri serta optimisme, dan memiliki keyakinan kuat atas kemampuannya untuk menjadi sukses, (vi) inventif dan fleksibel, (vii) selalu membutuhkan umpan balik yang cepat untuk mengetahui hasil dari usahanya, (viii) sangat energik, (ix) memiliki dorongan untuk selalu unggul, dan lebih berhasil untuk naik di atas standar yang ada dalam melakukan apa yang mereka lakukan, (x) berorientasi pada masa depan, (xi) selalu belajar dari kegagalan, dan (xii) menguasai keterampilan kepemimpinan. Fitur khas yang mendorong sikap kewirausahaan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu : (i) hasrat akan  keunggulan, (ii) kesungguhan dalam bisnis, (iii) memiliki pengendalian  diri atau ” locus of control ” yang kuat, dan (iv) inovatif.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close