People Innovation Excellence

Kepemimpinan Nasional Bermoral [Bagian 10]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Bias psikologik – emosi dan tekanan mental –  bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Bias kognitif dapat memicu  pola penyimpangan dalam menilai suatu  situasi tertentu, yang kadang-kadang dapat menyebabkan distorsi persepsi, penilaian tidak akurat, atau melakukan  interpretasi yang tidak logik. Suatu keputusan yang tidak etik dapat berdampak padaserangkaian  keputusan lainnya. Dalam kolom-kolom terdahulu telah disinggung, bahwa keberhasilan dalam mengatasi situasi kritikal sering dikaitkan dengan kemampuan individu dalam mengolah kompleksitas informasi. Dengan kata lain, seseorang harus memiliki kemampuan dasar agar dapat memproses informasi yang rumit menjadi sesuatu yang sederhana dan mudah difahami. Kapasitas kemampuan tersebut sering disebut sebagai “kompleksitas konseptual” yang perlu dimiliki oleh seseorang. Ciri-ciri kepribadian dari seseorang yang memiliki kapasitas demikian, diantaranya adalah mereka yang memiliki  keterbukaan dan fleksibilitas berfikir (gaya konseptual), dengan kecenderungan karakteristik kepribadian yang non-otoriter dan non-obsesif. Maka para pemimpin  yang akan membawa Indonesia  ke depan juga harus memiliki kemampuan “kompleksitas moral konseptual” yang terintegratif dalam menakar baik dan buruk, benar dan salah, bijak dan tidak bijak, tegas dan tidak tegas, plin-plan dan kaku dalam menghasilkan keputusan-keuputusan strategikalterbaik bagi masyarakat, bangsa dan negaranya. Rendahnya tingkat kemampuan berfikir kompleksitas integratif dari para kepala negara di dunia dalam menghadapi permasalahan internasional atau global dapat menghasilkan penanganan yang buruk,  sedangkan tingginya  tingkat berfikir kompleksitas  integratif dari para kepala negara akan  mampu menghasilkan penanganan  yang sukses.

Kembali pada uraian diatas, bagaimana halnya dengan para kandidat pemimpin nasional kita, cukup memadaikah tingkat penalaran moral dan kualitas pengambilan keputusannya? Mari kita pelajari sejenak jejak-rekamnya ke belakang! Supaya tidak a historikal.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close