People Innovation Excellence

Manajemen Inovatif Ke Depan [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Sejalan dengan hal itu, para pelaku bisnis perlu menguasai seni dan ilmu berinovasi dalam memberikan pelayanan. Sejumlah 40 negara maju di dunia saat ini, berdasarkan GDP-nya, telah mengambil manfaat dari peningkatan pelayanannya ketimbang mengandalkan pada hasil atau produk pertaniannya. Dalam rangka melestarikan kesejahteraan dan lapangan kerja baru dengan upah tinggi di negara maju, para pelaku bisnis perlu belajar bagaimana bekerja melalui inovasi pelayanan, yang kemungkinan berbeda dari cara kerja menciptakan berbagai produk. Boleh dipastikan, bahwa para pelaku bisnis dapat meraih kemenangan dalam dekade berikutnya dengan menggunakan formula pendekatan inovasi pelayanan terbuka. Langkah pertama menuju inovasi pelayanan yang sukses adalah dengan mengakui bahwa para pelanggan adalah jantung dari inovasi pelayanan. Nilai adalah pengalaman khas dari pelanggan yang sangat subyektif sifatnya, dimana dua orang dapat merasakan pelayanan yang sama dengan respon subyektif yang berbeda. Oleh karena itu, inovasi dalam pelayanan membutuhkan taktik yang berbeda dibanding dalam inovasi produk fisik. Misalnya saja, para pelaku bisnis dapat mengundang para pelanggan untuk berpartisipasi sebagai koinovator untuk memanfaatkan subyektivitas mereka sambil menciptakan nilai lebih bagi para pelanggan. Organisasi Lego yang telah meraih pasar yang sama sekali baru dengan memperkenankan para pelanggan untuk memodifikasi perangkat lunak mindstorms berupa permainan manipulasi robotika untuk anak-anak, dan para guru sebagai pelanggan menyadari bahwa mereka bisa menggunakan pelayanan ini untuk merumuskan kurikulum   robotika bagi siswa sekolah menengah.

Para pelaku bisnis perlu memfokuskan perhatiannya pada kekuatan bisnis  inti di satu sisi, sekaligus memberikan berbagai pilihan kepada pelanggan di sisi lain. Agar dapat  melakukan keduanya  secara menguntungkan perlu membuka platform bisnis terbuka bagi orang lain untuk bekerja sama. Dengan membuka peluang suatu kerjasama memungkinkan organisasi bisnisnya untuk menyediakan pelayanan one-stop shopping bagi para pelanggan, sambil meningkatkan kegiatan bisnis inti mereka. Amazon menyediakan halaman web Amazon-nya ke pihak lain untuk menawarkan barang dagangan kepada pelanggan Amazon, dimana pelanggan tidak mempersoalkan apakah barang yang mereka beli adalah produk Amazon atau bukan, baik berupa buku atau perhiasan wanita misalnya. Dengan demikian Amazon berfokus pada kekuatan inti di bisnis ritel internet, dan menyediakan peluang atau kesempatan bagi banyak pihak ketiga untuk menjual berbagai barang dagangan terhadap pelanggan Amazon, tanpa perlu menyiapkan persediaan barang dan merchandising  yang lebih luas.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close