People Innovation Excellence

Kepemimpinan Masa Depan [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Agaknya akan lebih mudah untuk mempelajari kepemimpinan ketimbang mempraktikkannya. Pemimpin masa depan memerlukan seperangkat kekayaan  keterampilan kepemimpinan yang lebih luas daripada sebelumnya. Mereka adalah pelopor dan agen perubahan yang memiliki  keberanian dan visi yang tajam dalam melihat peluang baru untuk sukses. Kepemimpinan era sekarang ini bukan model kepemimpinan untuk mempertahankan status quo atau keberhasilan masa lalu, melainkan mendorong bagi suatu kemajuan untuk mampu melampaui suatu tantangan meski tanpa adanya peta penunjuk jalan. Dalam model “alpha” teori kepemimpinan menegaskan pentingnya pengendalian organisasi yang ketat dan model organisasi hirarkis. Sebaliknya model “beta” lebih menekankan pada budaya kolaborasi, kurasi dan komunikasi. Budaya organisasi horisontal dalam perspektif baru tengah didorong dan lebih terfokus pada model komunitarian. Pertumbuhan yang luar biasa dari facebook, wikipedia dan twitter dalam budaya komunikasi telah menggeser dominasi model kepemimpinan “alpha”. Dengan demikian, organisasi  yang ingin sukses di masa depan perlu menyesuaikan diri dan mengadopsi karakteristik kepemimpinan model  beta, dengan alasan, yakni:

  1. Bahwa setiap orang yang bekerja dalam sebuah organisasi dewasa ini perlu merasakan bahwa mereka merupakan bagian dari dan berkontribusi terhadap sesuatu yang bermakna dalam konteks organisasi;
  2. Dibutuhkan adanya perilaku partisipatif dan kolaboratif bagi organisasi dewasa ini, sehingga para pemimpin perlu mengelola ego tim kerjanya. Tidak dapat dipungkiri, bahwa akan selalu ada kebutuhan untuk kepemimpinan yang tegas, terutama di saat krisis, namun budaya partisipatif dan kerjasama malah semakin diperlukan;
  3. Bahwa anggota tim kerja perlu diberikan kesempatan untuk memberikan masukan ke dalam keputusan kunci dan mengkomunikasikan temuan dan pembelajaran mereka antara yang satu dengan lainnya. Mendorong semua anggota tim untuk memainkan kekuatan mereka sendiri sehingga seluruh anggota  tim dalam  organisasi merasa ikut dalam memimpin kompetisi;
  4. Bahwa seluruh anggota tim perlu diberdayakan dan didorong untuk mengekspresikan diri. Suatu organisasi dapat berkembang dengan membangun sebuah komunitas dengan nilai-nilai bersama agar dapat meraih keberhasilan. Dengan adanya kolaborasi yang solid dalam hal pemikiran dapat dicapai suatu sinergi dimana keseluruhan melebihi jumlah bagian-bagiannya;
  5. Dibutuhkan adanya budaya bersama atau gotong-royong. Dalam hal ini semua orang perlu didorong untuk lebih memahami tentang makna budaya, sehingga bersedia menganut budaya bersama, dimana semua orang mengakui akan gairah dan nuansanya. Sehingga kesemuanya lebih terlihat seperti orkestra simfoni ketimbang sepasukan tentara yang hendak maju berperang;
  6. Diperlukan peran dan tanggung jawab untuk melakukan eksekusi terhadap suatu persoalan baik secara bulanan, mingguan, harian dan bahkan per jam. Salah satu kesalahan besar dari para pelaku bisnis adalah bahwa mereka kurang bertindak cepat. Pasar dan lingkungan organisasi bisnis berubah cepat, dan fokus para pemimpin akan terbagi dalam rangka memenuhi tanggung jawab sosial, internasional atau global dan lingkungan. Suatu organisasi yang dibentuk secara hirarkis akan sulit menyesuaikan posisi atau mendefinisikan kembali suatu peran, dan dengan budaya beta daya adaptabilitas menjadi sangat mungkin untuk diwujudkan;
  7. Saling kepercayaan dan respek perlu terjalin antara para eksekutif, para dewan direksi dan para pekerja, dan bahkan menjadi ciri yang paling penting bagi suatu  organisasi bisnis yang sukses;
  8. Bahwa para pekerja perlu berkontribusi dan merealisasikan potensinya dalam organisasi. Budaya organisasi yang baik dapat menciptakan suatu iklim yang mendorong para pekerja mereka untuk tetap segar dan tetap fleksibel;
  9. Diperlukan potensi dan bakat yang beragam, dalam hal ini jangan bermimpi mendapatkan orang dengan kemampuan sempurna, dan yang paling penting adalah bagaimana suatu tim kerja dapat dibangun dan bagaimana mereka dapat mewujudkan kerjasama yang baik; dan

10. Tidak semua orang dapat menjadi superstar. Bahkan jarang superstar bersedia mengoper bola, dan mereka hanya ingin mencetak gol. Yang penting adalah bagaimana meluangkan waktu untuk mendengarkan tentang apa yang mereka  butuhkan untuk berhasil.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close