People Innovation Excellence

Komunikasi Dan Manajemen Konflik [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Konflik organisasi adalah juga konsekuensi dari karakteristik desain organisasi, sumber daya yang terbatas dan karakteristik sistem organisasi, seperti : kompensasi, pengambilan keputusan, perencanaan dan penganggaran. Beberapa aspek sebagai penyebab konflik organisasi adalah :

  • Ketergantungan dalam aktivitas kerja. Ketika anggota organisasi tidak dapat memulai pekerjaannya, karena bergantung pada anggota tim kerja lain yang belum menyelesaikan pekerjaannya, atau karena juga terdapat saling pengaruh antara satu pekerjaan dengan lainnya, maka hal ini dapat menyebabkan konflik;
  • Diferensiasi unit organisasi yang tidak cocok dengan tujuan operasional. Spesialisasi unit organisasi – manufaktur, pembelian , keuangan, pemasaran, dan lain sebagainya – termanifestasi dalam pekerjaan sehari-hari sebagai adanya perbedaan dalam perilaku, tujuan dan budaya kerja. Perbedaan-perbedaan ini, serta perbedaan dalam tujuan operasional dapat menciptakan potensi munculnya konflik horisontal;
  • Alokasi dan/ atau relokasi sumber daya yang relatif terbatas. Sumber daya dalam suatu organisasi berhubungan dengan kekuasaan dan pengaruh, sehingga masing-masing departemen berusaha untuk mendapatkan bagian yang lebih besar. Sumber daya ini tidak hanya keuangan, akan tetapi juga terkait dengan teknologi informasi, sumber daya manusia (SDM), promosi dan rotasi para pekerja, dan lain sebagainya, sehingga kekurangan sumber daya ini juga dapat menjadi dasar bagi potensi konflik .
  • Sistem Kompensasi. Sistem kompensasi memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku, kepuasan dan rasa keadilan dan kesetaraan pada para pekerja. Dalam situasi ini, konflik dapat muncul karena kurangnya konsistensi, misalnya karena para pekerja di departemen lain mungkin dihargai dengan menggunakan kriteria yang berbeda. Upah pekerja akan selalu menjadi penyebab klasik ketidakpuasan individual para pekerja, akibat sulitnya untuk bersikap objektif dan mengukur semua prestasi dan kontribusi para pekerja di tempat kerja mereka. Namun demikian, hal itu tetap diperlukan untuk membakukan kriteria pemberian kompensasi, untuk membuat perbedaan yang rasional yang  dapat diterima oleh semua pihak; dan
  • Buruknya iklim organisasi dan adanya penelantaran. Organisasi yang  melakukan pendelegasian wewenang yang tidak jelas dapat menyebabkan konflik. Jika wewenang, tanggung jawab dan kewajiban para pekerja tidak ditentukan dengan jelas, maka terjadinya suatu konflik tidak dapat dihindari lagi. Rendahnya tingkat formalisasi dapat merangsang konflik, terutama dalam organisasi berskala kecil dan menengah, dimana tidak ada spesialisasi kerja, atau pendelegasian wewenang diantara para manajer.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close