People Innovation Excellence

Komunikasi Dan Manajemen Konflik [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Disamping itu, konflik juga dapat memiliki dampak positif dan negatif terhadap organisasi, yaitu:

  • Dampak positifnya adalah dapat dimulainya perubahan sosial yang diperlukan, mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif, mempresentasikan persoalan penting dan krusial, membuat keputusan dan memecahkan urutan prioritas, dapat dimulainya re-engineering, mengembangkan solidaritas dan kohesi tim kerja; dan
  • Dampak negatifnya adalah sama halnya dengan kerjasama yang buruk, dimana para pekerja banyak membuang waktu, yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk bekerja dengan lebih produktif.

Konflik adalah suatu proses dinamis yang tidak muncul dengan tiba-tiba, dan pembentukan konflik memerlukan beberapa waktu untuk berkembang dan melewati beberapa tahap. Ada beberapa pendekatan untuk menjelaskan tahapan konflik, namun  dalam kaitan ini kita akan menjelaskan lima tahapan penting, yakni :

  • Tahap konflik laten. Dalam tahap ini, konflik masih tersembunyi,  dan tentu saja terdapat beberapa kondisi yang menumbuhkan tahapan konflik laten ini, diantaranya adalah persaingan terhadap sumber daya yang memadai, dan adanya perbedaan akan tujuan dan orientasi menuju kemandirian organisasi;
  • Tahap persepsi Konflik. Pada tahap ini , semua pihak sebetulnya menyadari adanya konflik laten. Kadang-kadang konflik dapat dirasakan namun manifestasinya tidak terlihat, misalnya hubungan antara satu pekerja dengan pekerja lainnya tiba-tiba menjadi canggung dan kurang akrab, tanpa tahu penyebabnya dan para aktor yang terlibat tidak mengenalinya. Karena begitu banyak konflik, maka biasanya para manajer lebih berfokus pada konflik yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan dengan metode yang relatif mudah, dan kurang sensitif dengan adanya “api dalam sekam”;
  • Tahap  konflik pribadi. Dalam tahap ini suatu ‘personalisasi’ atau internalisasi konflik mulai terjadi. Para pekerja dalam konflik mulai merasakan adanya ketegangan, kecemasan dan perasaan tidak nyaman lainnya secara lebih eksplisit;
  • Tahap manifestasi konflik. Dalam tahap ini, adanya konflik diantara aktor-aktor yang bertikai termanifestasi. Perilaku konflik direpresentasikan dalam beberapa cara, mulai dari sikap apatis, protes, dan agresi terbuka, yang sering dimanifestasikan dengan melanggar aturan main organisasi; dan
  • Tahap konsekuensi. Dalam tahap ini, kita memiliki profil konflik yang jelas. Proses konflik terjadi melalui tahap frustrasi, tahap konseptualisasi, tahap perilaku, tahap reaksi dari pihak lawan dan tahap konsekuensi. Namun, semua tahapan yang disebutkan tidak selalu harus terjadi dan tergantung pada lingkungan di mana situasi tersebut terjadi.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close