People Innovation Excellence

Dimensi Gaya Kepemimpinan [Bagian 7]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Suatu studi tentang kepemimpinan dari Rensis Likert lebih terfokus pada dua konsep teoritikal yang menekankan pada orientasi tugas dan orientasi hubungan antar-pribadi. Robert Blake dan Anne Adams McCanse memodifikasi konsep tersebut ke dalam grid kepemimpinan. Terdapat lima jenis grid kepemimpinan yang berbeda yang berorientasi pada tugas dan berorientasi pada relasi pribadi dalam empat kuadran. Orientasi pada tugas digambarkan dengan sumbu horisontal. Seorang pemimpin dengan peringkat sembilan pada sumbu horisontal memiliki perhatian yang maksimal untuk pelaksanaan tugas operasional. Kepedulian terhadap relasi personal dilukiskan pada sumbu vertikal. Demikian pula sebaliknya, pemimpin yang berorientasi pada relasi personal akan menempati peringkat tertinggi pada sumbu vertikal. Dengan kata lain, seorang pemimpin dengan peringkat sembilan pada sumbu vertikal memiliki perhatian yang maksimal terhadap relasi personal diantara para pekerja. Kelima jenis grid kepemimpinan itu adalah:

  1. Manajer berpandangan sempit. Mereka adalah para menajer yang memiliki kepedulian yang rendah, baik terhadap tugas operasional maupun terhadap relasi personal. Tipe kepemimpinan ini sering dinamakan sebagai kepemimpinan laissez-faire. Pemimpin tipe ini memiliki sedikit kepedulian terhadap kinerja tugas operasional dan relasi personal, dan cenderung menghindari pengambilan risiko (risk taking) dan menghindari keterlibatan dalam berbagai konflik. Manajer yang memiliki rating 1,1 (rendah) cenderung jauh dari bawahan dan hanya mengandalkan posisi mereka saat ini;
  2. Manajer otokratik. Pemimpin ini dikenal sebagai manajer otoritarian berbasis kepatuhan. Manajer yang menduduki posisi ini memiliki kepedulian yang besar terhadap tugas mereka, namun menaruh perhatian yang relatif sedikit terhadap relasi pribadi para pekerja. Mereka akan menggunakan kendali yang ketat agar tugas-tugas yang dilakukan berjalan efektif. Mereka kurang menganggap perlu aspek kreativitas dan hubungan antar manusia dalam membangun kinerja organisasi. Mereka cenderung mengandalkan sistem terpusat dan penggunaan otoritas. Dalam hal ini, bawahan dianggap sebagai alat produksi dan motivasi kerja lebih didasarkan pada persaingan diantara para pekerja untuk mendapatkan imbalan. Jika terdapat bawahan yang menentang instruksi atasan atau prosedur standar, maka mereka oleh atasan cenderung dipandang sebagai tidak kooperatif;
  3. Manajer Klub. Dalam hal ini para manajer percaya bahwa para bawahan akan melakukan apa yang diperlukan dan mencapai tingkat output yang wajar. Produktifitas bergeser menjadi hal yang sekunder untuk menghindari konflik dan pemeliharaan harmoni diantara para pekerja. Para manajer akan berusaha untuk menemukan kompromi diantara para staf dan pekerja,dengan mencari solusi dan/atau resolusi yang bisa diterima semua pihak. Meskipun suatu inovasi dapat didorong, mereka bisa saja menolak ide-ide inovatif jika dapat menyebabkan kesulitan di antara para staf dan pekerja;
  4. Manajer Penempuh Jalan Tengah. Gaya manajer seperti ini akan berayun diantara kepedulian terhadap tugas dan kepedulian terhadap relasi pribadi untuk menyeimbangkan kepedulian mereka terhadap dua aspek, yakni kepedulian terhadap tugas dan relasi personal, dimana dalam hal ini seorang manajer kurang memiliki komitmen terhadap keduanya dan sering mengadopsi pendekatan kompromistik, atau bahkan mengambil tindakan yang terlalu ekstrim.
  5. Manajer Tim. Para manajer dengan gaya ini akan mengintegrasikan kebutuhan tugas dan perhatian yang tertuju kepada relasi-pribadi. Gaya kepemimpinan ini sering dianggap ideal. Manajer dengan gaya ini memiliki keprihatinan yang besar terhadap kedua aspek, baik tugas maupun relasi pribadi. Para manajer ini akan bekerja dengan memotivasi para pekerja untuk mencapai tingkat prestasi tertinggi. Para manajer ini percaya bahwa mereka dapat menciptakan suatu situasi dimana para pekerja dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan komitmen terhadap tujuan organisasi mereka. Para manajer akan membahas semua masalah dengan tim kerja, mencari ide-ide baru dan memberi kebebasan terhadap tim kerja untuk bertindak. Jika dihadapkan pada kesulitan yang berkaitan dengan hubungan antar-pribadi akan ditangani oleh tim kerja secara langsung dan menemukan solusi dan/atau resolusi bersama dengan mereka.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close