People Innovation Excellence

Urgensi Kreativitas Dalam Proses Manajemen Bisnis [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana agar kreativitas tersebut dapat diintegrasikan kedalam suatu proses manajemen bisnis (PMB), dan bagaimana PMB yang ada tidak mengekang hasrat kreativitas. Dewasa ini, selain kriteria klasik seperti faktor biaya dan efisiensi, suatu organisasi semakin dituntut untuk mampu menjadi lebih kreatif dan berinovasi dalam menghadapi pasar. Proses manajemen bisnis (PMB) sebagai suatu pendekatan yang menggunakan model dan analisis untuk meningkatkan PMB telah berhasil diterapkan tidak hanya untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi biaya semata, akan tetapi juga telah berhasil memfasilitasi imperatif bisnis lainnya, seperti manajemen risiko dan manajemen pengetahuan. Apakah proses manajemen bisnis (PMB) juga dapat memfasilitasi pengelolaan kreativitas? Memang banyak contoh dimana organisasi secara tidak sengaja telah menghambat atau bahkan membunuh kreativitas dan inovasi, demi asas pengendalian, kinerja, dan pengurangan biaya, sebagaimana terjadi pada organisasi birokratik. Namun berdasarkan studi kasus dan pengalaman di banyak organisasi dari industri kreatif ( a.l. industri film atau efek visual lainnya) ternyata PMB juga dapat menjadi fasilitator perekat antara manajemen kreativitas dan prinsip-prinsip bisnis yang mapan. Dengan demikian penting dijelaskan bagaimana menampung proses kreativitas dalam konsep PMB. Dengan kata lain, perlu ditetapkan baseline sebagai bahan diskusi lebih lanjut tentang apa yang kita sebut sebagai PMB yang berorientasi kreativitas. Tentu saja, seseorang tidak perlu menjadi seorang ahli dengan pengalaman bertahun-tahun untuk menjadi kreatif, namun ia dapat bekerja pada suatu tugas yang sangat kompleks dan kreatif. Orang-orang kreatif biasanya melakukan proses berfikir rumit yang ditandai oleh berpikir divergen. Dalam hal ini bisa saja terdapat suatu kontinum antara berfikir konvergen dan berpikir divergen, dan dalam banyak situasi dan kesempatan lain memerlukan cara berfikir keduanya. Karenanya gabungan dari motivasi, keahlian, dan keterampilan berpikir kreatif merupakan faktor utama yang memungkinkan seseorang menjadi kreator. Meskipun keahlian merupakan aspek penting, namun bukan satu-satunya atau bukan sumber yang paling penting dari kreativitas. Individu yang kreatif harus mencari solusi dalam proses yang kompleks yang ditunjang sejumlah informasi, komunikasi yang intensif, dan kebebasan kreatif. Disamping itu, kreativitas dalam proses bisnis membutuhkan sistem insentif tertentu, untuk mengimbali pengetahuan tentang tugas-tugas kreatif, dan sekaligus mengalokasikan sumber daya tanpa mengorbankan kreativitas. Orang-orang kreatif dan proses yang mereka mainkan berperan penting dalam proses bisnis untuk menyebarkan manfaat dari PMB lebih dari sekedar mengatur proses transaksional. Pengembangan produk dan pemasaran merupakan dua contoh proses yang membuka ruang kreativitas intensif yang dapat dimasukkan kedalam agenda manajemen. Dengan demikian, di sejumlah industri kreatif yang berkembang dengan cepat produk dirancang dalam proses kreatif, sebagaimana pada industri hiburan sebagai contoh yang paling menonjol pada industri kreatif. Terlepas apakah kreativitas diletakkan sebagai proses kunci dalam industri kreatif, atau hanya sebagai pelengkap dalam proses industri non-kreatif, maka proses kreativitas yang intensif memiliki satu unsur yang sama, yakni tersedianya gudang atau lumbung kreativitas. Dengan adanya lumbung kreativitas suatu organisasi dapat dibedakan dari organisasi pesaing, khususnya dalam menciptakan inovasi dan keunggulan kompetitifnya. Penting juga untuk dicatat bahwa proses kreatif tidak selalu berupa proses yang hanya terjadi sekali, sebagaimana terjadi pada tahap awal desain produk baru. Proses kreatif dapat dijalankan secara berulang, sebagaimana bisnis efek visual menghasilkan ribuan frame dan urutan animasi per tahun. Setiap urutan mungkin melibatkan tindakan yang sangat kreatif yang melibatkan berpikir divergen. Meskipun tugas merancang kerangka dan gerakan mungkin tampak mudah bagi para penonton, namun hal tersebut benar-benar tugas yang sangat kreatif dan besar pengaruhnya pada keseluruhan proses bisnis tersebut. Gagasan lumbung kreativitas dapat membantu dalam menentukan bagian-bagian proses yang memiliki persyaratan tinggi dalam mengelola kreativitas, sedangkan proses selebihnya dapat didekati oleh kebijakan PMB “konvensional”. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi, klasifikasi, dan peningkatan bagian-bagian dari proses bisnis yang tidak hanya mengandalkan pengetahuan-intensif belaka, akan tetapi juga menggunakan proses kreatif yang alami. Tentu saja “kotak hitam” kreativitas sebagai proses yang mendasarinya merupakan hal yang kompleks dan sulit diprediksi. Namun disadari sepenuhnya bahwa lumbung kreativitas memiliki dampak yang signifikan pada proses bisnis dan juga diperlukan untuk menciptakan transparansi. Tugas-tugas kreatif perlu diidentifikasi dan ditandai dan sekaligus juga didukung serta diintegrasikan kedalam proses bisnis secara keseluruhan. Disamping itu, perlu dikembangkan matrik baru yang memungkinkan keberhasilan dalam mengelola kreativitas. Mengelola kreativitas dalam proses bisnis merupakan tantangan besar bagi para pelaku dalam proses manajemen bisnis (PMB). Sejumlah pertanyaan mungkin akan muncul, seperti “seberapa banyak kreativitas diijinkan dalam pelaksanaan tugas?”, “sebaliknya, konsekuensi apa yang akan muncul jika kreativitas dibiarkan terlalu banyak ? “Begitu juga, risiko apa yang timbul jika kreativitas dibatasi? “


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close