People Innovation Excellence

Urgensi Kreativitas Dalam Proses Manajemen Bisnis [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kreativitas dapat berhubungan dengan ide baru, karenanya diperlukan evaluasi dan seleksi proposal alternatif. Perbedaan utama dengan tugas “konvensional” adalah bahwa peningkatan tugas kreativitas berarti juga mendorong berpikir divergen, yang dapat menghasilkan produk yang benar-benar kreatif dengan menghindari risiko yang tidak diinginkan. Tugas Kreatif secara inheren terhubung pada varian hasil setinggi mungkin, sebagai akibat dari munculnya ide-ide dan solusi baru. Hal ini bisa menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti lepasnya proses kendali baik terhadap waktu maupun anggaran, menurunnya kualitas produk yang menyebabkan ketidakpuasan pelanggan, dan menurunnya reputasi atau bahkan menghadapi tuntutan hukum. Para pengelola proses bisnis perlu ditunjang oleh keputusan dan strategi yang tepat. Keputusan dan strategi yang berbeda dapat diterapkan pada dua situasi yang berbeda, baik dalam jenjang tugas maupun jenjang proses. Dalam praktiknya perbedaan ini memang tidak selalu jelas, namun terdapat hubungan yang erat dari keduanya. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa keahlian, motivasi dan berfikir kreatif merupakan faktor utama yang mempengaruhi kreativitas para pekerja. Keputusan dan strategi pada jenjang tugas bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dengan mengidentifikasi dan menandai sifat dari orang kreatif. Sejalan dengan hal itu perlu disediakan sarana dan/atau prasarana untuk mengelola proses keseluruhan bisnis dengan mempertimbangkan aspek kinerja, biaya dan risiko. Berikut ini adalah langkah-langkah keputusan dan strategi pada jenjang tugas, yakni:

  • Teknik Kreativitas. Teknik kreativitas dapat diterapkan untuk meningkatkan potensi tugas kreatif. Teknik kreativitas dapat diterapkan tergantung pada jenis dan karakteristik lumbung kreativitas. Proses manajemen bisnis (PMB) berpotensi memberikan pola proses teknik kreativitas alternatif, misalnya dalam sesi brainstorming;
  • Manajemen Pengetahuan. Terdapat suatu hubungan antara pengetahuan seseorang dengan kemampuan orang tersebut untuk menjadi kreatif (Weisberg, 1999). Artinya dalam setiap lumbung kreatif, para pengelola proses bisnis dapat mempertimbangkan tentang jenis pengetahuan apa yang dapat disediakan, misalnya pedoman teknik tentang cara menggunakan alat, pengalaman sebelumnya yang berguna untuk setiap jenis tugas, dan proses-proses sebelumnya yang dapat digunakan sebagai bahan referensi. Disamping itu terdapat tantangan khusus tentang bagaimana membina baik berfikir konvergen maupun berfikir divergen oleh manajer pengetahuan dalam rangka memupuk para pekerja yang benar-benar kreatif;
  • Alokasi Sumber Daya. Lumbung kreativitas sangat penting bagi kesuksesan organisasi bisnis. Oleh karena itu, alokasi dan/atau relokasi sumber daya harus didasarkan pada analisis dampak dari lumbung kreativitas yang berbeda terhadap kinerja proses bisnis secara keseluruhan dan pada kualitas dari output kreatif. Mengidentifikasi karakteristik tugas adalah prasyarat untuk alokasi dan/relokasi sumber daya termasuk waktu, anggaran dan peralatan yang sesuai untuk tugas kreatif. Dimilikinya gambaran yang lebih lengkap oleh pengelola proses bisnis tentang keseluruhan proses bisnis dapat meningkatkan tugas pekerjaan yang lebih baik. Suatu tim yang homogen mungkin dapat menghasilkan produk yang cepat dengan cara yang sangat efisien, sementara tim yang heterogen dapat menyita waktu lebih lama namun dengan hasil yang benar-benar kreatif. Dengan demikian, tim yang heterogen dapat didorong untuk berpikir divergen, sementara tim yang homogen dapat didorong untuk berfikir konvergen dengan tugas yang tidak begitu banyak menuntut kreativitas. Demikian pula halnya dengan ukuran kelompok atau tim kerja, dimana kelompok atau tim kerja dengan skala yang lebih besar cenderung menghambat kreativitas ketimbang kelompok atau tim kerja yang lebih kecil. Alokasi waktu merupakan faktor yang juga penting dipertimbangkan, dalam hal mana eksplorasi dan pengembangan konsep baru misalnya, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk inkubasi, namun dalam beberapa kasus, tekanan waktu dapat pula meningkatkan motivasi dan kreativitas seseorang. Ketersediaan sumber daya juga diperlukan dan dapat mempengaruhi output kreatif. Jika sumber daya yang dialokasikan dan/atau direlokasikan kurang cukup, maka para pekerja akan menghabiskan kreativitas mereka untuk mencari sumber daya tambahan dan bukan untuk menghasilkan produk kreatif. Sebaliknya, memberi sumber daya tambahan di atas “ambang kecukupan” tidak sertamerta akan meningkatkan kreativitas, malah dapat meningkatkan biaya proses. Sekali lagi, identifikasi dan karakterisasi lumbung kreativitas pada seluruh lanskap proses bisnis merupakan dasar bagi akokasi dan/atau relokasi sumber daya. Jika tugas kreatif yang berdampak besar terhadap keberhasilan seluruh proses bisnis kurang ditunjang oleh sumber daya, maka hal tersebut dapat menghambat landasan kreativitas dan sukses organisasi;
  • Memberikan Kebebasan. Memberi kebebasan dapat membuka potensi kreatif yang lebih besar tetapi juga lebih besar risikonya. Pengelola proses bisnis perlu hati-hati dalam memutuskan pemberian kebebasan dalam rangka mencapai kreativitas dan inovasi tinggi ketika para pekerja masih bekerja dalam satu tujuan. Pemberian otonomi diseputar proses bisnis dapat menumbuhkan kreativitas karena memberikan keleluasaan kepada para pekerja dalam cara melakukan pekerjaan, dan hal tersebut dapat mempertinggi motivasi intrinsik dan rasa kepemilikan mereka terhadap organisasi. Kebebasan tentang proses juga memungkinkan para pekerja untuk mendekati masalah sesuai dengan keahlian dan keterampilan berpikir kreatif mereka;
  • Insentif. Motivasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi  kreativitas seorang pekerja. Artinya ada hubungan yang erat antara kebebasan kreatif dan motivasi. Penting untuk dicatat bahwa insentif moneter dalam banyak kasus bukan satu-satunya sumber motivasi untuk meningkatkan daya kreatif para pekerja. Faktor penting lain yang perlu digaris bawahi untuk meningkatkan motivasi intrinsik adalah tersedianya sarana dan/atau prasarana untuk berbagi informasi dan kolaborasi. Dalam konteks ini, proses manajemen bisnis (PMB) dapat berfungsi sebagai fasilitator dalam mengidentifikasi lumbung kreativitas guna membantu para pekerja memahami tentang di mana pengetahuan diciptakan, di mana disimpan dan terletak, dan bagaimana hal tersebut dapat ditransfer dan diterapkan;
  • Proses Persetujuan. Proses persetujuan merupakan sarana dan/atau prasarana untuk memastikan bahwa produk kreatif telah memenuhi persyaratan. Hal ini dapat dibedakan antara jaminan kualitas (aspek teknik) dan aspek kreatif, yang menyangkut apakah suatu produk telah memenuhi harapan proses kreatif? Proses persetujuan memiliki arti yang cukup strategik dan kompleks, para pengelola proses bisnis akan dituntut untuk membuat keputusan yang berbeda, seperti “Kapan suatu persetujuan terjadi?” “Siapa yang perlu diundang dan terlibat? “Apakah perlu bertemu secara tatap muka? Hal-hal tersebut merupakan strategi pada tingkat proses bisnis yang memerlukan identifikasi terhadap lumbung kreativitas dan sejumlah risiko yang mungkin terjadi;
  • Proses Otomasi yang Fleksibel. Hal ini bergantung pada bagaimana lumbung kreativitas diintegrasikan ke dalam proses bisnis secara keseluruhan, dimana dukungan alur kerja yang fleksibel dapat diimplementasikan. Biasanya, tugas kreatif berhubungan dengan sejumlah besar pengecualian potensial yang mungkin terjadi. Pemodelan setiap pengecualian mungkin dapat menyebabkan rekayasa berlebihan dan sulit dikelola. Teknologi seperti widget dan blog dapat diintegrasikan untuk membangun infrastruktur yang fleksibel guna mendukung persyaratan tertentu dari tim kreatif dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat; dan
  • Sistem grup komunikasi. Komunikasi adalah penting dalam kreativitas. Sebuah pemahaman menyeluruh tentang lumbung kreativitas dalam proses bisnis dan saling keterkaitan dalam arus informasi, akan mendorong para pengelola proses bisnis untuk merancang strategi komunikasi yang tepat. Dengan jalinan komunikasi yang terus menerus dapat dipastikan bahwa tim kerja dapat bekerja menuju satu tujuan.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close