People Innovation Excellence
 

Menata Demokrasi Ke Depan [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Suatu masyarakat yang bebas – dengan segala perbedaan bahasa, etnik, kepercayaan agama, atau norma-norma sosiobudaya – yang memilih untuk hidup di bawah kerangka konstitusional yang disepakati, maka mereka akan mengharapkan tingkat otonomi lokal (daerah) untuk mendapatkan peluang ekonomi dan sosial yang sama. Otonomi daerah akan memberdayakan para pejabat terpilih untuk merancang dan mengelola kebijakan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan regional masing-masing. Mereka bekerja dalam prinsip kemitraan dengan pemerintah pusat dan satu dengan lainnya bersama-sama memecahkan banyak masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara. Otonomi daerah akan mendorong akuntabilitas pemerintah kepada rakyat dan mendorong partisipasi dan tanggung jawabwarga negara yang memungkinkan pemerintah daerah dapat merancang dan mengelola hukum (perda) setempat. Suatu otonomi daerah diperkuat oleh konstitusi tertulis berupa pemberian kewenangan yang menguraikan ruang lingkup tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan oleh setiap tingkatan pemerintahan. Meskipun banyak yang sependapat bahwa pemerintah daerah harus memenuhi kebutuhan lokalnya sendiri, namun untuk beberapa hal dapat diserahkan kepada pemerintah pusat, seperti bidang pertahanan, perjanjian internasional, anggaran, dan pelayanan publik strategik lainnya. Pemerintah pusat sering memiliki kewenangan untuk menengahi perselisihan antar daerah. Dalam sebuah negara yang secara geografis besar dan beragam tingkatan ekonomi seperti Indonesia, kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan sosial antar daerah dapat diatasi oleh pemerintah pusat melalui kebijakan pendistribusian pendapatan. Otonomi daerah akan memberikan banyak kesempatan bagi partai politik untuk melayani konstituen mereka. Bahkan jika partainya tidak memegang mayoritas di badan legislatif atau eksekutif nasional, mereka tetap diperbolehkan untuk berpartisipasi di tingkat regional dan lokal.

Dalam sebagian besar sejarah manusia di masa lalu, para penguasa dan hukum sering identik, atau hukum adalah kehendak penguasa. Untuk mencegah kekuasaan tirani tersebut dibuat suatu gagasan dimana hukumlah yang memerintah, atau dengan kata lain penguasa berada di bawah hukum dan harus memerintah berdasarkan hukum. Dalam hal ini demokrasi melangkah lebih jauh dengan membentuk aturanhukum. Meskipun tidak ada masyarakat atau sistem pemerintahan yang bebas dari masalah, maka supremasi hukum akan melindungi hak-hak politik, sosial, dan ekonomi yang mendasar serta menghindari adanya tirani dan pelanggaran hukum. Dengan adanya aturan hukum tidak ada individu, kepala negara atau warga negara biasa, yang berdiri di atas hukum. Pemerintahan yang demokratis melaksanakan kewenangan atas dasar hukum dan tunduk pada batasan hukum tersebut. Oleh karena itu hukum harus mengungkapkan kehendak rakyat, bukan keinginan raja, diktator, pejabat militer, tokoh agama, atau kekuatan partai politik. Sehingga warganegara dalam negara demokrasi akan bersedia untuk mematuhi hukum, karena pada hakekatnya mereka sendirilah yang membuat aturan hukum. Keadilan dapat tercapai jika penegakkan hukum dilakukan oleh orang-orang yang juga mematuhi hukum. Di bawah aturan hukum, maka sistem peradilan yang kuat dan independen perlu diberi kekuasaan dan wewenang, sumber daya, dan prestise agar dapat menangkap atau menahan para pejabat pemerintah sampai ke tingkat pejabat yang paling puncak, untuk bertanggung jawab kepada hukum dan peraturan negara. Untuk alasan ini, KPK dan para hakim harus dilatih dengan baik, profesional, mandiri, dan tidak memihak. Demikian juga untuk melayani peran penting dalam sistem hukum dan politik, para hakim harus berkomitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close