People Innovation Excellence

Mindset Kepemimpinan Baru [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Setelah pikiran dan emosi menjadi kebiasaan, maka proses tersebut membentuk jaringan saraf yang membuat pola pikir terjelma. Itulah sebabnya ketika suatu aktivitas sudah terbiasa, katakanlah seperti naik sepeda atau mengoperasikan perangkat lunak, kita tidak perlu lagi berpikir tentang banyak hal lagi, karena semuanya telah berjalan secara otomatis. Dengan kata lain, kita sudah menguasai kebiasaan tersebut. Pola pikir dan jaringan saraf akan terus berkembang dan saling memperkuat melalui pengulangan dan praktik. Semakin sering kebiasaan dan praktik diulang, maka akan semakin kuat pula pembentukan jaringan sarafnya. Sebaliknya, semakin kuat jaringan syaraf, maka akan semakin kuat pola pikir terbentuk, terlepas dari apakah pikiran kita itu bersifat positif atau negatif.

Pembentukan jaringan saraf dan pola pikir ini akan terus berlangsung bersama-sama sehingga memiliki karakteristik yang unik. Keduanya akan tumbuh lebih besar dan lebih kuat sejalan dengan semakin berulang-ulangnya aktivitas pikiran dan emosi kita. Misalnya, ketika kita menjadi korban dari jadwal kerja yang padat dan menekan, kita sering merasa kesal dan terjebak, dan merasa tidak berdaya apa yang dapat kita lakukan. Dalam situasi seperti demikian, kita akan mengeluh terhadap mitra kerja kita, dan mencari berbagai macam pembenaran dengan target kerja yang tidak tercapai. Semakin kita terbiasa melakukan hal ini, semakin kuat dan besar tertanam dalam jaringan saraf, dan semakin lemah pola pikir kita untuk mengerjakan target kerja kita dengan baik. Ketika kita bersikap resistensi terhadap perubahan, maka seperti itu pulalah kekuatan jaringan saraf yang kita miliki. Pert juga menemukan karakteristik kedua dari jaringan saraf, yaitu semakin sering diingat maka semakin diperkuat, terutama menyangkut pikiran dan emosi yang sama. Karakteristik ketiga adalah bahwa jaringan saraf terbentuk sebagai sensor mental, yaitu menyaring dan menafsirkan apa yang terjadi pada diri dan disekitar kita. Kita cenderung melihat apa yang ingin kita lihat. Apa pun yang kita percaya, dibentuk berdasarkan kejadian berulang berdasarkan filter yang kita miliki. Dengan demikian, ubahlah pola pikir kita , maka hidup kitapun akan berubah.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close