People Innovation Excellence
 

Pendekatan Solusi Konflik [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

2. MENERAPKAN PENDEKATAN SISTEM

Menerapkan pendekatan sistem dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut, yakni:

  • Mengungkapkan kontradiksi yang sebenarnya;
  • Mencapai hasil akhir yang ideal; dan
  • Mencari cara untuk menyelesaikan kontradiksi tersebut.

 

2.1 Mengungkap Kontradiksi yang Sebenarnya

Seorang mediator selalu berada di bawah risiko untuk menyeberangi perbatasan yang kabur, yaitu antara mencari solusi yang cepat dengan menabrak suatu aturan. Situasi tersebut dapat dianggap sebagai suatu kontradiksi. Seorang mediator, disatu pihak perlu mengaktifkan dan mendukung kreativitas mereka yang berselisih, dan dilain pihak harus menghindari kesan bahwa ia tengah menggiring pada suatu solusi tertentu.

 

2.2 Mencapai Hasil Akhir yang Ideal

Hasil akhir yang ideal adalah ketika para pihak yang bersengketa menemukan solusi mereka sendiri melalui kreativitas yang mereka lakukan.

 

2.3 Mencari Cara Untuk Menyelesaikan Kontradiksi

Mediator menyusun “kerangka berpikir” berupa suatu set alternatif praktis secara komprehensif, untuk membantu pihak yang berselisih dalam mempertimbangkan pilihan yang tersedia. Namun jika alternatif yang tersedia terlalu umum, maka hal tersebut biasanya kurang efektif dalam memicu kreativitas.

Dengan demikian, kita perlu membagi masalah kedalam dua bagian. Bagian pertama terlebih dahulu menjelaskan masalah secara umum. Bagian kedua mengungkap informasi spesifik tentang konflik yang sedang dibahas. Kombinasi dari kedua bagian ini membekali seorang mediator dengan masalah yang dirumuskan secara khusus. Sejumlah solusi praktis yang komprehensif tentang isu-situasi tertentu tentunya dapat dikembangkan.

 

2.4 Hasil Kreatif Dari Upaya Non-Kreatif

Mempertimbangkan isu-isu tertentu secara terpisah tidak memerlukan tingkat kreativitas yang signifikan. Kepada pihak yang bersengketa diajukan pertanyaan sehingga mereka dapat menemukan jawaban dari suatu masalah.

Setiap jawaban digabungkan menurut aturan sederhana menjadi dua konsep, yakni: win-win solution bagi kedua belah pihak yang berselisih, dan walk-away solution bagi salah satu pihak yang berselisih. Hasil kreatif muncul dari sejumlah kombinasi ide yang saling mendukung antara satu dengan lainnya, dengan sumber daya yang terbatas, namun hasil akhir yang ideal dapat tercapai. Kreativitas diperlukan untuk menemukan sumber daya baru bagi kedua jenis solusi, baik win-win solution maupun walk-away solution. Biasanya, konflik terjadi di bawah keadaan sebagai berikut, yakni:

  • Semua pihak yang berselisih memiliki suatu tujuan yang mereka sendiri tidak dapat mencapainya;
  • Para pihak yang berselisih dituntut untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan menjaga hubungan untuk mencapai tujuan mereka;
  • Setiap pihak yang bersengketa mengharapkan pihak lawan berperilaku yang diarahkan untuk pencapaian tujuan mereka;
  • Sementara pihak lawan tidak tahu perilaku apa yang diharapkan darinya, dan ia cenderung akan berperilaku sesuai dengan target dirinya semata;
  • Masing-masing perilaku akan berbeda dengan yang diharapkan;
  • Adanya perilaku yang tidak sesuai dengan yang diharapkan masing-masing pihak dapat mengakibatkan konflik;
  • Minimnya informasi masing-masing pihak yang bersengketa tentang perilaku lawan dapat memicu konflik;
  • Tujuan, maksud dan kepentingan pihak yang bersengketa dapat dicapai melalui perilaku lawan yang diharapkan; dan
  • Kendala yang mencegah pihak yang saling bersengketa untuk mencapai tujuannya, bersumber dari dirinya sendiri atau minimnya Informasi tentang masing-masing pihak yang bersengketa, sehingga hanya mengandalkan sudut pandangnya masing-masing.

Para pakar membedakan tiga jenis utama konflik sebagai berikut, yakni:

  • Konflik tentang sumber daya;
  • Konflik kebutuhan; dan
  • Konflik nilai.

Pada saat dua atau lebih orang ingin mendapatkan pasokan sumber daya seperti uang, perhatian, rasa hormat, dan lain-lain, maka konflik ini dapat dikatakan sebagai konflik sumber daya. Ketika kebutuhan seseorang, seperti kebutuhan akan harga diri, kekuasaan dan prestasi bertentangan dengan realisasinya, maka suatu konflik kebutuhan tengah berlangsung. Ketika nilai-nilai dan keyakinan saling bertentangan, maka kita tengah berurusan dengan jenis konflik yang paling sulit untuk diselesaikan dan itulah yang dimaksud dengan konflik nilai. Meskipun klasifikasi konflik ini tampaknya cukup logis dan jelas, pada kenyataannya konflik jarang dapat dikategorikan. Hal ini dikarenakan, Pertama, umumnya konflik menampakkan diri sebagai konflik tentang sumber daya, dimana seseorang jarang dapat memperjuangkan sesuatu yang tak terlihat. Kedua, pada kenyataannya setiap konflik nyata dapat melibatkan semua aspek, yakni sumber daya, kebutuhan yang tak terpenuhi dan nilai-nilai. Artinya, bahwa ketika kita tengah berhadapan dengan konflik apapun, maka kita harus menganggapnya sebagai campuran dari ketiga jenis konflik tersebut, sehingga perbedaannya hanya dalam proporsinya saja. Disamping itu, kita dapat mendeskripsikan konflik sebagai berikut, yakni:

  • Pihak yang bersengketa masing-masing ingin mencapai tujuan A dan B;
  • Pencapaian tujuan A dan B masing-masing terhalang oleh hambatan A dan B;
  • Pihak yang bersengketa mengharapkan untuk mencapai tujuan A dengan menggunakan metode A, dengan asumsi adanya partisipasi pihak B agar memenuhi harapan pihak A;
  • Sebaliknya pihak B mengharapkan mencapai tujuan B dengan menggunakan metode B dengan asumsi adanya partisipasi pihak A, agar memenuhi harapan pihak B;
  • Ekspektasi A dalam perilaku A mencegah pencapaian tujuan B; dan
  • Ekspektasi B dalam perilaku B mencegah pencapaian tujuan A.

Deskripsi ini cukup praktis untuk menggambarkan konflik, yaitu adanya perbedaan “tujuan A” dengan “ekspektasi B”, dan sebaliknya yang berdampak pada hubungan dan pola konflik diantara mereka.

Situasi konflik mengandung unsur-unsur yang berpotensi berubah-ubah dikarenakan berbagai faktor sebagai berikut, yakni:

  1. Adanya keinginan untuk menjaga hubungan dengan lawan tertentu;
  2. Adanya harapan masing-masing pihak yang bersengketa tentang perilaku lawan;
  3. Pihak yang bersengketa ingin perilaku yang diharapkan akan direalisasikan;
  4. Perilaku pihak yang bersengketa didasarkan pada harapannya;
  5. Sudut pandang pihak yang bersengketa dapat menyebabkan konflik;
  6. Masing-masing yang bersengketa ingin tujuannya mencapai titik temu melalui perilaku lawan yang diinginkan;
  7. Cara untuk mencapai tujuan oleh masing-masing pihak yang bersengketa diharapkan digunakan juga oleh pihak lawan;
  8. Adanya kendala di mata masing-masing pihak yang bersengketa dapat mencegah pencapaian tujuan;
  9. Adanya kendala dalam cara mencapai tujuan karena adanya sudut pandang yang berbeda dari masing-masing pihak yang bersengketa; dan
  10. Adanya kendala di luar kendali pihak yang bersengketa.

Kombinasi dari semua faktor tersebut memunculkan situasi konflik yang berubah-ubah, namun dengan adanya perubahan tersebut juga terbuka peluang untuk menghentikan konflik.

Adanya perubahan dalam situasi konflik mengandung peluang untuk menyelesaikan suatu perselisihan atau sengketa. Ada cara lain yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang bersengketa tanpa harus mengubah ekspektasi mereka. Setiap peluang harus didiskusikan dengan pihak yang berselisih secara terpisah. Segala sesuatu ide tentang cara mencapai tujuan, yang muncul dalam fikiran pihak yang bersengketa harus diinventarisasikan tanpa kritik apapun.

Pihak mediator dapat menggunakan daftar pertanyaan pada saat yang tepat. Pihak mediator dapat juga menawarkan informasi yang dimilikinya kepada pihak yang bersengketa untuk bisa diterapkan, dan informasi ini dapat dirumuskan kedalam suatu pertanyaan secara khusus agar lebih mudah dijawab.

Pengembangan tiga alternatif konseptual untuk penyelesaian sengketa meliputi langkah-langkah sebagai berikut, yakni:

  • Mengumpulkan ide-ide yang berkaitan dengan win-win solution dan walk-away solution;
  • Menggabungkan ide-ide yang “cocok” dan saling mendukung kedalam suatu konsep; dan
  • Mengedit konsep.

Masing-masing pihak yang bersengketa perlu membuat pilihan terhadap alternatif solusi, apakah win-win solution atau walk-away solution. Jika kedua belah pihak yang berselisih memilih win-win solution, maka pihak mediator perlu menempuh cara ini dengan konsisten. Sebaliknya jika mereka lebih memilih alternatif walk-away solution, maka masing-masing pihak yang bersengketa harus ditangani dengan cara ini.

  1. Mengumpulkan ide-ide yang berkaitan dengan win-win solution dan walk-away solution

Hal tersebut dapat dilakukan dengan pertama, mengubah cara berfikir pihak yang bersengketa agar sesuai dengan perilaku yang diharapkan. Kedua, mendukung perilaku yang diharapkan sehingga konflik tidak menjadi signifikan. Ketiga, mengubah perilaku yang bersengketa dengan menjaga harapannya tetap utuh. Keempat, mencegah melebarnya konflik. Dan Kelima, mengubah tujuan pihak yang bersengketa sehingga tidak perlu mengubah perilaku yang diharapkan. Ide-ide dan cara yang diambil untuk memanfaatkan peluang ini perlu terkait dengan alternatif walk-away solution.

  1. Menggabungkan ide-ide yang “cocok” dan saling mendukung kedalam suatu konsep

Tujuan umum dari dilakukannya suatu kombinasi pendekatan ini adalah sebagai berikut, yakni:

  • Setiap keputusan atau perjanjian akan melibatkan banyak pristiwa, fungsi, dan tindakan;
  • Setiap peristiwa, fungsi, dan tindakan memiliki banyak alternatif cara untuk dicapai;
  • Setiap alternatif membutuhkan banyak sumber daya yang berbeda untuk diselesaikan dengan baik; dan
  • Setiap alternatif membawa pengaturan sumber dayanya sendiri yang dapat digunakan dalam peristiwa, fungsi dan tindakan.

Dengan demikian, beberapa kombinasi alternatif dapat menjadi konsep yang saling mendukung.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close