People Innovation Excellence

Pendekatan Solusi Konflik [Bagian 5/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

  1. Mengedit konsep

Begitu kombinasi dari berbagai ide dikembangkan, maka konsep tersebut perlu dijelaskan, dan inilah yang dimaksud dengan tujuan editing.

Masing-masing pihak yang bersengketa harus memilih alternatif yang paling bermanfaat untuk mereka. Kemudian, masing-masing pihak yang bersengketa harus terlibat membicarakan pilihan mereka, dan memilih solusi dan/atau resolusi yang dapat memenuhi kebutuhan mereka yang terbaik. Mereka harus sepakat tentang isi solusi, rencana pelaksanaan dan mediasi tindak lanjut. Setiap pendekatan yang disarankan diharapkan membantu mediasi sengketa yang rumit yang memungkinkan pihak yang berselisih dapat menemukan solusi dan/atau resolusi yang dapat diterima bersama dari situasi konflik, dimana pendekatan tersebut antara lain, yakni:

  • Pengumpulan informasi dan perencanaan tahapan pelaksanaan proses penyelesaian sengketa;
  • Memberikan masukan, dan hal ini mencakup semua informasi yang direkomendasikan oleh metode mediasi yang dikumpulkan dari pihak yang bersengketa; dan
  • Adanya “output” untuk memberikan solusi yang memenuhi semua persyaratan bagi solusi dan/atau resolusi konflik win-win solution.

Pada akhirnya, situasi konflik merupakan hasil dari berbagai faktor. Mungkin salah satu penyebabnya adalah ketika kedua belah pihak merasa dikecewakan oleh suatu keputusan atau peristiwa yang dirasa tidak adil atau tidak memuaskan. Hal ini dapat terjadi manakala salah satu pihak menuntut komitmen secara perfect terhadap pihak lainnya, namun tuntutan tersebut tidak diimbangi oleh penghargaan yang sepantasnya. Disamping itu seringkali para pihak yang berselisih terlalu memiliki harapan yang tidak realistis tentang apa yang mereka ingin capai, atau karena adanya salah pengertian. Konflik dapat timbul karena adanya nilai-nilai dan perbedaan tujuan dari kedua belah pihak yang bertikai. Para pemimpin mungkin kurang mengungkapkan dan menjelaskan tujuan dan nilai-nilai kepada para pengikut mereka. Sebaliknya, para pengikut mungkin memiliki tujuan pribadi dan nilai-nilai yang bertentangan dengan kepentingan sang pemimpin atau kelompok atau organisasinya.

Terdapat dua langkah utama untuk mengurangi konflik, yang Pertama, para mediator dituntut untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, tentang bagaimana mereka melancarkan hubungan komunikasi diantara pihak yang bertikai, termasuk kemampuan untuk memilih bahasa yang tepat. Komunikasi dengan perasaan empati biasanya jauh lebih efektif, khususnya untuk menularkan rasa empati tersebut terhadap kedua belah pihak agar konflik yang keras dapat dilembutkan. Yang tak kalah pentingnya adalah memperkuat keterampilan mendengarkan. Yang dimaksud dengan mendengarkan disini adalah benar-benar mencoba untuk memahami apa yang orang lain keluhkan, dan meyakinkan kepada masing-masing pihak bahwa kita mengerti betul apa yang mereka keluhkan.

Cara kedua untuk mengurangi konflik adalah dengan menetapkan batas-batas atau garis demarkasi yang sehat. Tanpa adanya sekat pembatas, selalu akan terjadi konflik dan pertengkaran, termasuk perebutan kekuasaan dan segala bentuk keadaan tak terkendali yang membuat situasi menjadi berantakan. Kreativitas dari masing masing pihak untuk menyelesaikan konflik tentunya sangat menentukan, dan dalam konteks pilpres belakangan ini, rupanya ada kemauan dari salah satu pihak yang bertikai untuk mengendalikan pengikutnya, dengan imbauan untuk tidak turun kejalan, menanggalkan seragam dan atribut kelompoknya serta tidak memanas-manasi pihak yang kalah. Inisiatif kreatif lain dapat dilakukan oleh masing-masing pihak agar konflik tidak berkembang menjadi benturan yang membahayakan. Batas batas demarkasi dapat dilakukan oleh pihak pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh aparat keamanan, untuk menghasilkan kualitas pemilu yang jujur dan adil.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close