People Innovation Excellence

Berfikir Kognisional Strategik [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Mereka juga dituntut untuk menyeimbangkan antara optimisme dan realitas serta bersikap jujur tentang apa yang dapat dicapai dalam jangka waktu panjang. Para pemikir kritis juga tidak akan membiarkan diri mereka ditahan atau dibatasi oleh fikiran sendiri dan orang lain di sekitarnya, terutama dalam setiap kesempatan “brainstorming” untuk lahirnya aliran ide-ide segar. Dengan berfikir kritis, orang juga menjadi tidak terburu-buru dan mampu bersabar untuk mengambil kesimpulan dan penilaian. Ide-ide besar dan fikiran kritis membutuhkan waktu untuk berkembang guna mewujudkan keberhasilan di masa depan sekaligus mencapai visi yang telah didefinisikan. Sejumlah organisasi terbesar dan paling sukses di dunia, selama beberapa dekade telah mendorong pemikiran strategik dan bagaimana cara melihat ke depan terutama dalam menyusun rencana bisnis mereka. Sebaliknya, sejumlah organisasi juga sering terjebak oleh kepentingan jangka waktu pendek sehingga menjadi “serakah”, egois” dan bersikap “tidak etik” yang hanya terfokus pada langkah-langkah jangka waktu pendek, misalnya karena terlalu cepat ingin meraup bonus tahunan dan dividen secara terburu-buru. Keterampilan berfikir kritis pentinguntuk menghantarnya menjadi seorang pemikir strategik yang ulung, melalui latihan yang tekun dan bersedia menimba pengalaman, sehingga daya berfikirnya dapat digunakan baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan organisasional untuk memastikan keberhasilan mereka.
Begitu juga halnya berfikir strategik tidak sama dengan berfikir kreatif. Karena berpikir kreatif kurang menaruh perhatian pada orientasi kesuksesan dimasa depan. Tentunya berpikir kreatif juga dapat menjadi komponen yang berguna bagi pemikiran strategik, namun keduanya tidak identik. Sekali lagi perlu digaris-bawahi bahwa pemikiran strategik melibatkan upaya merancang strategi untuk memperoleh kemenangan atas pesaing. Pemikiran strategik juga tidak sama dengan pemikiran visioner. Pemikiran visioner sering hanya “bermimpi besar” dengan tujuan menginspirasi orang lain agar dapat mengadopsi visi mereka. Tentu saja visi memang berguna, namun hal tersebut perlu diimbangi oleh realitas, data-informasi, dan wawasan tentang bagaimana cara untuk mencapai mimpi tersebut. Pemikiran strategik lebih melibatkan tingkat kemampuan konseptualisasi yang lebih dalam ketimbang dengan pemikiran visioner, karena suatu visi hanya dapat dicapai melalui alur penciptaan dan pelaksanakan suatu strategi.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close