People Innovation Excellence

Berfikir Kognisional Strategik [Bagian 9]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

7. Lingkungan Hukum
Lingkungan hukum adalah pola hukum yang dianut, kegiatan legislatif, dan litigasi (pengajuan perkara) yang dapat mempengaruhi keberhasilan organisasi. Hal tersebut mencakup hukum paten, hak cipta, merek dagang, dan hak kekayaan intelektual lainnya. Termasuk juga peraturan anti-trust, proteksionisme perdagangan, keamanan produk, tanggung jawab lingkungan, dan hukum ketenagakerjaan yang berkaitan dengan isu-isu persamaan hak (gender), pelecehan seksual, dan hak-hak organisasi untuk mempekerjakan tenaga asing. Persoalannya adalah bahwa tidak semua tenaga kerja dan pelaku usaha memiliki kesadaran dan persepsi yang sama tentang hukum. Bahkan sejumlah organisasi menggunakan litigasi (pengajuan perkara) sebagai bagian dari strategi kompetitif mereka. Hal ini tidak lain, karena para pemimpin organisasi perlu melakukan pendekatan manajemen risiko secara sadar sesuai dengan realitas bisnis mereka.

8. Lingkungan Geofisika
Lingkungan geofisika adalah lingkungan fisik berupa sarana dan operasional organisasi, termasuk ekosistem dan sumber daya alam (flora, fauna dan fosil), serta ketersediaan bahan baku, transportasi, kedekatan geografis dengan pusat-pusat kepadatan populasi serta sumber tenaga kerja berbakat dan terampil. Termasuk juga tingkat kerentanan terhadap bencana lingkungan seperti gempa bumi dan angin topan, serta dampak kriminalitas dari lingkungan terdekat. Adanya perubahan pada salah satu faktor tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan dunia usaha. Keberadaan lokasi kantor pusat mungkin tidak begitu signifikan terhadap dinamika bisnis, namun letak lokasi kantor cabang yang secara geografis strategik yang merupakan unit-unit distribusi dapat memaksimalkan akses terhadap pelanggan. Beroperasi di lingkungan metropolitan dan kota yang sangat padat menjadi tidak mudah untuk merekrut sejumlah tenaga kerja dengan kualifikasi sangat terdidik, yang dapat menghargai aspek lain tentang kualitas atau martabat hidup. Bagi sejumlah usaha yang bergantung pada sumber daya alam, seperti minyak, mineral, kayu, air, atau lahan, maka pengelolaan aset-aset sering bersinggungan dengan aset pemerintah atau pihak lain yang memiliki pengaruh besar terhadap pilihan strategik.

Sebagaimana telah disinggung diatas, bahwa “radar strategik” merupakan suatu proses yang berkesinambungan guna pemindaian lingkungan bisnis untuk mengidentifikasi sinyal perubahan dan menyediakan kendaraan yang berguna bagi suatu pemikiran strategik. Untuk menajamkan bekerjanya model “radar strategik” dalam organisasi, maka lingkungan organisasi perlu dibagi kedalam delapan sektor, atau kategori untuk memudahkan pelacakan tren. Namun demikian, seyogyanya kita juga tidak terjatuh kedalam kebiasaan pola pikir bahwa kedelapan lingkungan hipotetis tersebut seolah-olah merupakan komponen yang terpisah. Yang perlu diupayakan adalah mengembangkan wawasan yang lebih komprehensif (gestalt) tentang suatu fenomena sebagai hal yang tidak berdiri sendiri, namun terhubung dengan faktor lain yang menerobos garis batas imajiner antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Dengan digunakannya “radar strategik” dan pemetaan terhadap lingkungan organisasi bisnis, maka proses analisis lebih mudah dikelola. Disamping itu, kita juga dapat mudah mempelajari dengan baik dinamika apa yang terjadi di dalam lingkungan masing-masing, sekaligus menghubungkan kesemuanya menjadi sebuah gambar terpadu, sehingga kita dapat membangun dasar pada pijakan relitas yang kuat guna memprediksi tentang apa yang akan terjadi pada para pemain di dunia bisnis di arena kompetitif. Last but not least, tanda bahwa suatu organisasi dikelola secara strategik dan berbeda dengan yang lain adalah bukan terletak pada kecanggihan teknik perencanaannya, akan tetapi terletak pada pemeliharaan, ketelitian dan kecermatan dalam menghubungkan perencanaan strategik dengan pengambilan keputusan operasional. Perlu diingat juga, bahwa Kerangka kerja strategik didefinisikan oleh isu-isu strategik tentang masa depan, bukan oleh struktur organisasi saat ini. Isu-isu strategik tergantung pada kerangka dan ranting ornamen pohon natal, maka seni dari para pengambil keputusan strategik adalah bagaimana memadukan proses pengendalian dan pendelegasian pelaksanaan strategik kepada para manajer ditingkat operasional. Viva berfikir kognisional strategik!


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close