People Innovation Excellence
 

Mengubah Budaya Organisasi [Bagian 9/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan demikian, perubahan organisasi sering merupakan tantangan yang luar biasa bagi para pemimpin bisnis. Perlunya suatu perubahan mungkin didesak oleh pergeseran pasar, lingkungan ekonomi, kemajuan teknologi, atau tuntutan kualifikasi keterampilan dan talenta tenaga kerja yang berbeda. Persoalannya bagi seorang pemimpin adalah ketika semua yang berubah tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat? Bagaimana para pemimpin dapat mengelola segala kontradisksi yang muncul dari yang dapat menghadapkan mereka pada keberhasilan atau kegagalan perubahan budaya organisasi.
Bill Stamats, wakil presiden direktur dari Stamats Communications, telah mengembangkan lima pendekatan terhadap perubahan budaya organisasi dengan lima komponen fundamental, yakni:
1. Menciptakan dan memelihara lingkungan yang kondusif untuk dialog terbuka dan transparansi serta bertukar informasi antara pekerja dan pelanggan;
2. Tetap berpikiran terbuka, yakni benar-benar mendengarkan dan memperhatikan keluhan pelanggan;
3. Perhatikan harapan dari setiap pekerja, sebagaimana pelanggan, keberadaan mereka adalah pertanda bagi dilakukannya suatu perubahan budaya organisasi bisnis atau industri. Para pekerja pada fronline adalah mereka yang benar-benar tahu apa yang terjadi di pasar dan perlu dilakukannya penyesuaian sejalan dengan adanya tuntutan yang bergeser;
4. Memodifikasi dan memperbaharui tujuan strategik dan visi organisasi. Dalam hal ini, rencana dan visi jangka panjang sebaiknya evolusioner dan fleksibel untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal; dan
5. Menghilangkan kekakuan organisasi yang kurang kondusif terhadap perubahan. Mengingat skala besar perubahan organisasi dapat muncul mendadak seolah tak terduga, berubah-ubah, dan bahkan irasional sebagaimana dinamika perubahan yang terjadi pada masyarakat luas.

Walter McFarland, telah menulis dalam Harvard Business Review, yang menyimpulkan hasil dari praktik manajemen perubahan sebagai berikut, “Setelah enam dekade penelitian, nilai investasi yang tak terhingga, dan berbagai upaya, baik dari para pakar, eksekutif, dan konsultan, menyiratkan bahwa sebagian besar upaya perubahan organisasi masih berada dalam “underperform”, mengalami kegagalan , dan bahkan bisa berakibat buruk. ” Oleh karena itu, agar upaya perubahan organisasi mencapai sukses, para pemimpin organisasi perlu memahami motivasi, konteks, penerimaan, sekuen, dan kecepatan dari suatu perubahan. Mereka perlu menarik tuas dengan tepat pada saat yang dibutuhkan dan dalam situasi yang dinamik, karena bagaimanapun setiap manusia merasa lebih nyaman dengan status quo. Salah satu bagian penting dari mengelola perubahan adalah memotivasi para pekerja di semua tingkatan organisasi. Ketika suatu organisasi dituntut untuk berubah, biasanya para pekerja garis depan adalah mereka yang terbaik memahami kebutuhan pelanggan dan urgensinya, sementara para pemimpin papan atas memiliki akses informasi yang paling akurat dan jelas dalam melihat tujuan. Sedangkan para pekerja pada lapisan tengah kurang memiliki ketajaman untuk melihat urgensi dari dilakukannya suatu perubahan budaya organisasi, sehingga mereka merasa enggan untuk mengikuti tren perubahan tersebut.
Meninjau kembali permasalahan diseputar ide perubahan budaya disekitar masyarakat kita, baik dilingkungan organisasi bisnis, maupun organisasi publik, sudah sejauh mana ide perubahan yang dicanangkan pemerintahan transisi menjangkau kesadaran disemua tingkatan, lapisan atau masyarakat? Sudah adakah persamaan persepsi dari semua pihak terhadap substansi perubahan yang akan digulirkan? Mengapa masih terjadi silang pendapat, baik di tingkat makro maupun mikro dalam memandang ide perubahan budaya tersebut? Kesinambungan dan keselarasan perubahan tersebut akan berjalan baik, jika para pelaku yang terlibat dalam perubahan tersebut, bersedia berkomunikasi secara intensif dan mawas diri akan pentingnya angin perubahan tersebut bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara tercinta Indonesia. Viva perubahan budaya!


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close