People Innovation Excellence

Revitalisasi Pancasila [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Semenjak era reformasi digulirkan pada tahun 1998, perbincangan tentang Pancasila seolah meredup, baik dalam tataran pelaksanaan maupun pembicaraan formal intelektual di tingkat nasional. Para pemimpin seolah tidak merasa bangga lagi membahas Pancasila dalam forum-forum prestisius. Sebaliknya, membicarakan Pancasila malah dianggap menjadi beban psikologis dalam pentas reformasi yang hingga kini belum menunjukkan arah perubahan yang jelas, seperti diinginkan masyarakat. Ironisnya, para tokoh masyarakat malah enggan membicarakan kembali Pancasila karena mungkin ada kekhawatiran akan dikelompokkan pada pengikut atau penerus orde baru. Masyarakat kemudian malah lebih tertarik untuk membicarakan perubahan-perubahan pemikiran ideologis yang terjadi di luar tanah air, seperti isu globalisme, liberalisme, sosialisme dan komunitarianisme, bahkan sampai ke “ideologi” wahabisme dan ISIS yang belakangan ini marak diperbincangkan. Agaknya Indonesia lambat dalam menerjemahkan Pancasila – termasuk Bhineka Tunggal Ika – kedalam tatanan masyarakat yang sedang berubah, maka Indonesia seolah menjadi ajang tarik-menarik berbagai kekuatan pemikiran ideologis yang tengah berkembang di dunia. Ada yang mengatakan Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh faham liberalisme, mengingat batas-batas kebebasan individu sudah keluar dari adat istiadat budaya masyarakat Indonesia. Mekipun boleh jadi eforia tersebut merupakan reaksi dari tekanan kekuasaan pemerintah sebelumnya, yang setelah trauma oleh komunisme di akhir orde lama, kemudian masuk kedalam perangkap pemerintahan otoriter di era orde baru. Padahal di dunia barat faham liberalisme – sebelumnya komunisme juga dianggap bubar – pun telah mendapat tantangan yang kuat dari faham komunitarianisme. Liberalisme merupakan reaksi terhadap era renaisans yang terjadi di Eropa di abad ke lima belas, sementara komunitarian merupakan koreksi terhadap faham liberalisme sebagai keniscayaan dialektika sejarah peradaban manusia yang terus mencari perubahan. Harus diakui bahwa titik temu dari keanekaragaman budaya, sekaligus pertemuan dari berbagai pemikiran dapat melahirkan ledakan konvergensi perubahan baru dalam bidang pemikiran disiplin apapun. Oleh karena itu jika kita hendak menafsirkan kembali ideologi Pancasila dalam perspektif pemikiran yang dinamis, tentunya kita dapat mempertimbangkan juga berbagai pandangan pemikiran lainnya yang tengah berkembang di dunia. Pancasila mungkin dapat menyerap atau mencari titik temu dengan pandangan pemikiran lainnya, sehingga keberadaannya menjadi dinamis dan aktual, bahkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang tengah mengemuka di dunia. Tanpa memiliki pandangan hidup, maka suatu bangsa akan terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul, baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri, maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Boleh jadi, mungkin terdapat suatu irisan titik temu antara Pancasila dengan faham komunitarianisme yang tengah berkembang, sehingga sebagai ideologi terbuka Pancasila mampu bertahan dan berkontribusi terhadap dinamika perubahan pemikiran ideologis yang tengah berlangsung di dunia.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close